Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 Muktamar NU Memanas Lagi, Masa Tunggu Eks Parpol Diperdebatkan 30 Aug 2026 Kepercayaan pada Fakta Runtuh di Era AI 30 Aug 2026

Polisi Bongkar Kasus Nahkoda Dibuang ABK di Laut

Desi Rossilawati
Jumat, 25 April 2025 | 15:00 WIB
Bagikan
Polisi Bongkar Kasus Nahkoda Dibuang ABK di Laut
VISI.NEWS | JAKARTA - Subdit Gakkum Ditpolair Polda Metro Jaya mengungkap kasus di perairan Indonesia. Seorang nahkoda kapal diduga dibuang ke laut oleh anak buah kapalnya sendiri, lalu kapal mereka, Poseidon 3, justru digunakan untuk menjual barang-barang bernilai ratusan juta rupiah. Kombes Pol. Donny Charles Go, Kasubdit Gakkum Ditpolair, menjelaskan bahwa kapal tersebut sempat merapat ke perairan Belitung pada 27 Maret 2024. Di sanalah dua ABK berinisial B dan R menjual hasil berbagai perlengkapan kapal. "Yang dijual itu adalah hasil tangkapan cumi, BB untuk keperluan berlayar, termasuk alat navigator, spare part, ada juga alat satelit. Kemudian berdasarkan hasil pelaporan dari pemilik kapal, nilai-nilai barang yang hilang dan digelapkan itu sejumlah kurang lebih 400 juta," ungkap Donny dalam konferensi pers di Tanjung Priok, Jumat (24/4/2025). Awal mula kasus ini terkuak setelah keluarga nahkoda melaporkan kehilangan anggota keluarganya pada April 2024. Investigasi pun dilakukan, hingga polisi menetapkan dua tersangka yaitu B, seorang petugas kamar mesin, dan R, salah satu ABK. Keduanya ditangkap di Sorolangun, Jambi. Polisi menyebut nahkoda terakhir kali terlihat pada 27 Maret 2024. Beberapa ABK yang diperiksa menyatakan sempat mendengar teriakan minta tolong, tapi tak mampu menolong. Polisi menduga kuat nahkoda dibuang ke laut. "Dari hasil pengumpulan informasi itu, kami dapat berapa bahan-bahan penting yang menyebutkan bahwa di tanggal 27 (Maret 2024), nakoda kapal sudah tidak bersama-sama lagi di atas kapal Poseidon 3," ujar Donny. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.