Fenomena tersebut mendapat perhatian dari aparat kepolisian. Di satu sisi, polisi mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Namun di sisi lain, masyarakat diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang berisiko dan tetap mengedepankan koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep S, mengatakan kepolisian terus meningkatkan patroli untuk menjaga keamanan wilayah, sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi melalui mekanisme yang sesuai.
"Kalau kami (kepolisian) tetap lakukan patroli dan kerahkan jajaran polisi di polsek juga para bhabin untuk mengajak warga melaksanakan siskamling," kata Asep dalaman keterangannya dikutip, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan sangat dibutuhkan, namun sebaiknya dilakukan melalui kegiatan yang terkoordinasi, seperti sistem keamanan lingkungan (siskamling), sehingga tidak menimbulkan risiko baru.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
"Saya belum tahu informasinya, namun saya berikan apresiasi. Kami semua harus melawan kejahatan demi ketentraman bersama. Polisi bersama masyarakat merawat dan menjaga Jawa Barat," katanya.
Meski demikian, Polda Jabar berharap partisipasi masyarakat tetap berjalan sesuai ketentuan hukum serta tidak mengarah pada tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai seluruh informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan aksi begal. Menurutnya, terdapat sejumlah kejadian yang kemudian disalahartikan sebagai tindak pembegalan.
"Polrestabes Bandung berkomitmen menjaga situasi kamtibmas di Bandung tetap kondusif, sehingga masyarakat diminta tak perlu khawatir dan cemas, sebab setiap saat polisi akan selalu hadir di tengah masyarakat," kata Kapolrestabes Bandung.
Untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif, Polrestabes Bandung terus meningkatkan intensitas patroli, terutama pada malam hari yang dinilai sebagai waktu rawan terjadinya tindak kejahatan.
"Kami setiap malam sudah menggelar patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan melibatkan Polsek. Sehingga personel yang diterjunkan dua pertiga kekuatan kami yang jumlahnya 2.600 personel secara bergantian," katanya.
Polisi pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kejahatan jalanan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan atau menjadi korban tindak kriminal, sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur hukum.