Polemik Viral Alumni LPDP, Golkar Dorong Afirmasi agar Beasiswa Tak Hanya Dinikmati Kalangan Mampu

ED
Senin, 23 Februari 2026 | 12:04 WIB
Bagikan
Polemik Viral Alumni LPDP, Golkar Dorong Afirmasi agar Beasiswa Tak Hanya Dinikmati Kalangan Mampu

Ia menggambarkan ketimpangan akses tersebut dengan contoh nyata kondisi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang harus membagi waktu antara belajar dan bekerja.

“Orang kaya yang bisa menyekolahkan anaknya di sekolah yang bagus. Orang kaya yang bisa mengursuskan anaknya bahasa Inggris di tempat yang bagus. Kalau orang miskin tidak bisa. Mau gimana orang sekolahnya sambil jualan pentol. Tidak bisa. Sulit sekali kalau sekolahnya, kuliahnya, sambil jualan pentol, bahkan enggak sempat dia belajar secara intensif,” tuturnya.

Menurut legislator asal Jawa Timur itu, dana abadi pendidikan bersumber dari pajak rakyat sehingga semangat keadilan sosial harus menjadi landasan utama kebijakan.

“Dana abadi pendidikan itu berasal dari pajak rakyat. Maka semangatnya harus keadilan sosial. Jangan sampai tanpa kita sadari, yang menikmati secara berulang hanya kelompok sosial tertentu. Negara harus hadir memberi afirmasi agar yang lemah juga punya tangga untuk naik,” ujar Sarmuji.

Pernyataan ini mencuat di tengah viralnya unggahan DS, alumni LPDP yang membagikan momen anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @sasetyaningtyas, ia memperlihatkan surat dari Home Office Inggris beserta paspor anaknya.

“I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya dalam video tersebut.

Ucapan itu memicu kritik luas di media sosial karena dinilai merendahkan identitas kewarganegaraan Indonesia, terlebih ia merupakan penerima beasiswa dari dana publik. DS kemudian menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik,” ujarnya dalam unggahan klarifikasi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.