Polemik PBI BPJS Mencuat Usai Pasien Gagal Cuci Darah, Dirut BPJS: Penentuan Ada di Kemensos
Penjelasan tersebut muncul di tengah kisah pilu Ajat, pedagang es keliling asal Lebak, Banten, yang tengah menjalani pengobatan gagal ginjal. Ia mengaku terpaksa menghentikan proses cuci darah setelah mendapat kabar status PBI miliknya tidak aktif, padahal tindakan medis sudah berlangsung.
“Saya sedang cuci darah, jarum sudah ditusuk, tiba-tiba dipanggil karena BPJS tidak aktif,” kata Ajat.
Kondisi itu memaksa keluarganya bolak-balik mengurus administrasi ke berbagai instansi. Namun, hasil yang diterima justru anjuran untuk beralih ke peserta mandiri, sesuatu yang sulit dipenuhi mengingat kondisi ekonomi mereka.
“Untuk ongkos ke rumah sakit saja sudah susah, apalagi harus bayar iuran setiap bulan. Saya jualan es, sekarang malah sedang tidak dagang karena musim hujan. Kami hanya ingin sehat, jangan disusahkan seperti ini,” ujarnya.
Menanggapi kasus tersebut, Ghufron kembali menekankan bahwa BPJS Kesehatan hanya menjalankan sistem berdasarkan data yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Penentu PBI atau bukan PBI, bukan BPJS Kesehatan,” kata Ghufron.
Polemik ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat rentan yang bergantung pada bantuan iuran untuk mengakses layanan kesehatan. Di sisi lain, pemerintah didorong memastikan pembaruan data penerima bantuan berjalan akurat agar warga yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat dari perlindungan jaminan kesehatan. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!