Polemik Layanan PBI JKN, Felly Soroti Penolakan Pasien dan Desak Perbaikan Sosialisasi
VISI.NEWS | JAKARTA - Polemik layanan kesehatan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menjadi sorotan. Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, mengungkap masih adanya penolakan pasien di sejumlah rumah sakit, terutama pasca penonaktifan jutaan peserta beberapa waktu lalu.
Dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/4/2026), politisi dari Partai NasDem itu menyampaikan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat. Sejumlah pasien, termasuk penderita penyakit kronis, disebut mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan karena status kepesertaan mereka belum direaktivasi.
“Banyak rumah sakit yang tidak menjalankan. Mereka mengeluh kepada kami sebagai wakil rakyat,†ujar Felly.
Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan karena berdampak langsung pada pasien yang membutuhkan perawatan rutin, seperti cuci darah hingga operasi terjadwal. Gangguan layanan tersebut dinilai berpotensi memperburuk kondisi kesehatan pasien.
“Ada yang harus cuci darah, ada yang jadwal operasinya terganggu. Ini sangat kasihan,†tegas legislator asal Manado itu.
Felly juga menekankan bahwa dalam kesepakatan antara DPR dan pemerintah, tidak pernah ada pembatasan layanan bagi peserta PBI. Ia merujuk pada hasil rapat konsultasi 9 Februari 2026 yang menjamin seluruh layanan kesehatan tetap berjalan selama masa transisi.
“Tidak ada catatan tambahan. Artinya semua harus dilayani dan dibayarkan pemerintah,†katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa frasa “semua layanan kesehatan†mencakup seluruh jenis pelayanan tanpa pengecualian, baik untuk pasien umum, kronis, maupun katastropik. Dalam rapat lanjutan pada 11 Februari, DPR dan pemerintah kembali sepakat bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan tanpa diskriminasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!