Pocari Run 2026, Bandung Bersiap Atur Lalu Lintas
“Kami akan mengawal event ini karena event yang berlangsung selama dua hari melibatkan 15.000 orang peserta yang 70 persennya datang dari luar Kota Bandung memiliki dampak ekonomi yang luar biasa. Itu menggerakkan perekonomian wisata Kota Bandung,” ujar Farhan.
Namun, di balik potensi ekonomi tersebut, pemerintah juga menyadari bahwa event lari dengan ribuan peserta akan berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat. Sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan pelari akan mengalami pengaturan lalu lintas.
Pemkot Bandung memastikan tidak akan melakukan penutupan total seluruh ruas yang dilintasi peserta. Sistem buka-tutup akan diterapkan untuk menjaga agar kegiatan tetap berjalan sekaligus memberikan ruang bagi kendaraan dan aktivitas warga.
“Kita tidak mungkin Kota Bandung itu bisa mensterilkan sebuah jalur. Tapi kita akan lakukan skema buka-tutup,” ucap Farhan.
Pengaturan lalu lintas dilakukan sejak dini hari ketika sebagian besar masyarakat belum memulai aktivitas harian. Pada Sabtu (19/9/2026), pengaturan di sejumlah ruas jalan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB.
Sementara pada Minggu (20/9/2026), rekayasa lalu lintas akan berlangsung lebih pagi, yakni sekitar pukul 04.00 WIB hingga 08.00 WIB.
Rentang waktu tersebut menjadi periode yang perlu diperhatikan masyarakat, terutama mereka yang hendak bepergian menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum di kawasan yang berdekatan dengan lintasan Pocari Run.
Sejumlah ruas jalan yang menjadi perhatian antara lain Jalan Merdeka, Jalan Vanda, Jalan Wastukancana, Jalan Pajajaran, Jalan Cicendo, Jalan RE Martadinata, kawasan Dago, Jalan Diponegoro, Jalan Supratman, Jalan Cihampelas, Cicaheum, Kiaracondong, Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman, Gardujati, hingga kawasan Balai Kota Bandung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!