Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

PLN Menghadapi Tantangan Pembiayaan dalam Transisi Energi Ramah Lingkungan

Desi Rossilawati
Rabu, 13 November 2024 | 21:50 WIB
Bagikan
PLN Menghadapi Tantangan Pembiayaan dalam Transisi Energi Ramah Lingkungan
VISI.NEWS | BAKU - Sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk menangani perubahan iklim, negara ini berusaha mempercepat peralihan dari energi kotor menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Namun, pelaksanaan transisi energi tersebut menghadapi kendala dalam hal pembiayaan. Tantangan ini menghambat pengembangan lebih lanjut untuk energi terbarukan. PT PLN (Persero), yang merupakan penyedia listrik bagi 92 juta pelanggan di Indonesia, juga mengakui adanya masalah dalam aspek pembiayaan ini. "Kami memiliki sekitar 65% produksi listrik yang berasal dari batu bara. Dan itu juga merupakan tantangan bagi kami." kata Direktur Keuangan PT PLN (Persero), Sinthya Roesly di Indonesia Paviliun pada gelaran COP29 di Baku, Azerbaijan, Selasa (12/11/2024). Sinthya menjelaskan bahwa para investor dan lembaga internasional menghadapi kesulitan dalam menyalurkan dana investasi mereka ke sektor energi terbarukan karena terikat oleh berbagai syarat. Salah satu syarat tersebut berkaitan dengan kapasitas penggunaan batu bara yang dimiliki oleh PLN saat ini. "Ekspektasi dari investor, mereka saat ini terbatas untuk dapat berinvestasi karena kami memiliki porsi batu bara ini lebih dari 50%. Karena salah satu hal yang mereka katakan adalah juga persyaratan dari OECD, misalnya, maksimum 30% atau maksimum 50%." jelas Sinthya.
Sinthya mengharapkan agar para investor dapat melakukan perbaikan dalam hal pendekatan pembiayaan untuk transisi energi, sehingga lebih bersifat inklusif. Ia menekankan bahwa transisi energi tidak bisa dilakukan secara mendadak, melainkan harus dilakukan secara bertahap. "Jadi saya pikir yang kami butuhkan juga pemahaman dari komunitas investor global, bahwa Indonesia tidak dapat berubah dari coklat menjadi hijau, secara tiba-tiba. Jadi harus ada transisi, suatu jalur. Jadi harus ada pembiayaan transisi yang juga dapat diterima oleh para investor. Dan itu harus didorong dari komunitas global, menurut saya." kata Sinthya. PLN telah melaksanakan serangkaian inisiatif strategis untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di tanah air. Langkah-langkah yang telah diambil meliputi pengembangan kapasitas pembangkit energi terbarukan, penyelesaian proyek-proyek yang berkaitan dengan energi terbarukan, serta penerapan teknologi ramah lingkungan. Selain itu, PLN juga mengadopsi berbagai strategi untuk mendapatkan sumber pendanaan demi mendukung proyek-proyek energi terbarukan. Di antaranya adalah penerbitan Obligasi Hijau, kolaborasi dengan lembaga keuangan internasional, serta investasi dalam infrastruktur jaringan transmisi ramah lingkungan yang mendukung distribusi energi terbarukan. "Kami memiliki komitmen untuk melakukan perjalanan dekarbonisasi nol bersih ini, tetapi tolong bantu kami untuk masuk ke dalam sistem dan bagaimana membiayainya dan juga melepaskan dan mendapatkan platform, memahami bahwa negara seperti kami perlu memiliki syarat dan ketentuan tertentu yang dapat mereka terima." kata Sinthya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.