Pesantren Go Digital! Revolusi Keuangan dari Kampus ke Koperasi
Foto bersama seusai menggelar program bertajuk “Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Digital untuk Penguatan Tata Kelola Keuangan Pesantren di Kabupaten Bandung†di Gedung Telkom University. /visi.news/bambang melga suprayogi
VISI.NEWS | BANDUNG - Transformasi besar tengah digulirkan di lingkungan pesantren. Bertempat di Gedung Manterawu lantai 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, pelatihan laporan keuangan digital resmi digelar pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah konkret mendorong modernisasi tata kelola keuangan koperasi pesantren di Kabupaten Bandung.
Pelatihan ini menghadirkan para akademisi berpengalaman, yakni Galuh Tresna Murti, Wiwin Aminah, dan Nuslih Jamiat, yang tergabung dalam Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University. Mereka memberikan pemahaman komprehensif terkait pentingnya digitalisasi sistem keuangan di era modern.
Sebanyak 20 peserta dari berbagai pengurus koperasi pesantren di Kabupaten Bandung yang berada di bawah naungan PC RMI Kabupaten Bandung turut ambil bagian dalam pelatihan ini. Para peserta dikenalkan pada sistem pencatatan keuangan berbasis aplikasi digital yang dinilai mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta memudahkan penyusunan laporan laba rugi.
Kegiatan ini dibuka oleh Endang Chumaidiyah selaku Ketua CoE Smart MSME & Halal Ecosystem (SHE). Dalam sambutannya, ia menegaskan, “Kami siap terus berkontribusi bagi kemajuan ekonomi pesantren melalui kolaborasi dan inovasi digital yang berkelanjutan.”
Inisiatif ini dipimpin langsung oleh Galuh Tresna Murti yang menekankan pentingnya transformasi digital dalam memperkuat ekosistem ekonomi pesantren. Ia menyatakan, “Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan agar koperasi pesantren mampu bertahan dan berkembang secara profesional.” Program bertajuk “Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Digital untuk Penguatan Tata Kelola Keuangan Pesantren di Kabupaten Bandung” menjadi langkah awal menuju sistem keuangan yang lebih modern dan terstandar.
Sebelumnya, implementasi serupa telah dilakukan di Pondok Pesantren Bustanulwildan, tepatnya pada Koperasi Bustan Amanah Sejahtera. Koperasi ini dikenal sukses mengelola layanan travel haji dan umrah, namun masih menghadapi tantangan dalam pencatatan keuangan yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!