Pesantren Go Digital! Revolusi Keuangan dari Kampus ke Koperasi
Foto bersama seusai menggelar program bertajuk “Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Digital untuk Penguatan Tata Kelola Keuangan Pesantren di Kabupaten Bandung†di Gedung Telkom University. /visi.news/bambang melga suprayogi
Melalui intervensi teknologi berupa Sistem Informasi Akuntansi (SIA), tim PKM membantu koperasi tersebut beralih ke sistem digital yang lebih aman dan terstruktur. Galuh menambahkan, “Dengan sistem ini, pencatatan menjadi lebih rapi, transparan, dan sesuai standar akuntansi yang berlaku.” Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalisasi risiko kesalahan pencatatan serta meningkatkan kepatuhan terhadap standar akuntansi dan perpajakan.
Program ini juga selaras dengan kebijakan nasional, khususnya Perpres No. 82 Tahun 2023 tentang Transformasi Digital, serta mengacu pada standar SAK EMKM yang dirancang untuk entitas mikro, kecil, dan menengah.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan mengusung metode inovatif seperti case-based learning yang mengangkat studi kasus nyata dari aktivitas koperasi pesantren, serta pendekatan humanis dengan penggunaan istilah sederhana agar mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.
Tidak hanya berhenti pada pelatihan, program ini ditargetkan mampu menghasilkan laporan keuangan digital pertama bagi koperasi pesantren peserta. Lebih jauh, keberhasilan implementasi diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi pesantren lain di wilayah Kabupaten Bandung.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam membangun sistem keuangan pesantren yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Di tengah arus digitalisasi global, pesantren kini tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga mulai tampil sebagai kekuatan ekonomi modern berbasis nilai-nilai religius.
@bambang melga
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!