Pesan Toleransi dari Al Fathu: Natal dan Tahun Baru Dijaga Negara
Terkait jumlah titik layanan, Dudu menyampaikan bahwa pada prinsipnya setiap daerah yang dilalui pergerakan masyarakat dipastikan memiliki posko. Secara khusus, terdapat sekitar empat hingga enam kabupaten/kota yang menjadi fokus utama pendirian posko berbasis rumah ibadah, mengingat tingginya arus mobilitas selama libur akhir tahun.
“Masjid juga ramah untuk pemudik. Ini bagian dari semangat harmoni. Yang terpenting adalah aman, ibadah berlangsung khusyuk, dan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara,” ujarnya.
Peninjauan di Masjid Agung Al Fathu Soreang menjadi simbol kuat peran rumah ibadah sebagai ruang pelayanan sosial sekaligus pusat penguatan toleransi. Melalui langkah ini, Kemenag Jawa Barat berharap perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dapat berlangsung damai, aman, serta memperkuat semangat kebersamaan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Jawa Barat.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!