Pesan Gus Baha: Umat Islam Banyak Baca Al-Qur'an Meski Tak Paham Artinya
Gus Baha menjelaskan, apabila seseorang ingin mendapat pahala salat, maka harus salat. Kalau ingin mendapat pahala haji, maka harus haji. Namun, ada kebaikan yang tidak perlu modal yaitu meninggalkan kemungkaran. Caranya cukup meninggalkan hal-hal yang dilarang Allah.
Cara meninggalkan kemungkaran bisa dengan bercengkrama dengan keluarga, baca Al-Qur'an, bercanda dengan teman, dan hal positif lainnya. "Sehingga kalau ada orang yang tanya, kenapa baca Al-Qur'an meskipun tidak paham itu dapat pahala, satu, karena itu kalamullah. Kedua, sebagian kebaikan itu adalah meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan itu bisa dilakukan dengan hal-hal yang mudah. Ini pentingnya ngaji, saya ngaji ushul fiqih dengan KH Maemun, abahnya Gus Yasin," katanya.
Gus Baha mengaku, sejak kecil ia sudah terbiasa membaca dan mempelajari Al-Qur'an, bahkan hingga saat ini. Kebiasaan Gus Baha mempelajari Al-Qur'an yang berlangsung puluhan tahun ini membuatnya memiliki kecintaan yang mendalam dengan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad itu.
Ia juga membaca banyak literatur klasik maupun modern untuk memahami Al-Qur'an. Kemudian melakukan diskusi dengan banyak pakar Al-Qur'an dari berbagai daerah dan negara tentang berbagai tema. "(Tetapi) syukur-syukur bacanya (Al-Qur'an) itu paham, artinya paham sesuai kapasitas masing-masing. Saya mulai kecil hingga sekarang masih ngaji Al-Qur'an, masih belajar, juga masih terus mencari ilmu," ucap Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah itu.
@mpa/nu.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!