Pesan Gus Baha: Umat Islam Banyak Baca Al-Qur'an Meski Tak Paham Artinya

ED
Minggu, 31 Maret 2024 | 12:24 WIB
Bagikan
Pesan Gus Baha: Umat Islam Banyak Baca Al-Qur'an Meski Tak Paham Artinya

VISI.NEWS | BANDUNG - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menginginkan umat Islam memperbanyak membaca Al-Qur'an meski tidak memahami maknanya. Sebagai kitab suci, Al-Qur'an harus lebih dekat dengan umat IsIam. Cara mendekatinya bisa dengan mempelajari dan memahami kandungan Al-Qur'an atau membacanya. Membaca Al-Qur'an bernilai ibadah, terutama di bulan suci Ramadan.

"Saya paling ingin, paling sangat ingin, di Ramadan ini banyak membaca Al-Qur'an. Baik membaca secara qiraatan saja atau lebih," jelasnya, sebagaimana dari akun Youtube Santri Gayeng, Minggu (31/3/2024).

Menurut Gus Baha, membaca Al-Qur'an tidak harus menunggu paham arti dan tafsirnya. Sebab membaca Al-Qur'an dari huruf ke huruf sudah bernilai ibadah, meskipun seorang yang membacanya itu tidak paham arti dan maknanya. Terlebih ketika membaca dan kemudian menjadikan isi Al-Qur'an sebagai bimbingan hidup.

Gus Baha mencoba melogikakan orang yang membaca Al-Qur'an tetapi tidak memahami maknanya. Ia menjelaskan, ketika seseorang membaca Al-Qur'an dan tidak paham maknanya, maka seseorang itu hanya menyibukkan diri dengan kalamullah.

Hal ini menurut Gus Baha, sesuatu yang baik. Efek dari kesibukan dengan kalamullah itu pasti tidak melakukan maksiat. "Saya beri contoh, meskipun membaca saja dan tidak paham artinya, itu tetap baik. Ada orang yang semalaman itu duduk bersama keluarga, ngobrol ringan tentang masa lalu, cerita lucunya atau lucunya anak. Pada malam itu ditulis oleh malaikat bahwa keluarga ini tidak maksiat, tidak dugem, tidak narkoba, dan tidak ke tempat maksiat," jelasnya.

Gus Baha mengatakan, keberkahan dari seorang Muslim atau Muslimah menyibukkan diri bercengkrama bersama keluarga, asyik, guyon dengan teman dan tetangga adalah tidak melakukan maksiat dan tidak macam-macam. Apalagi jika saat itu membaca Al-Quran.

Hal ini sesuai dengan kajian ilmu ushul fiqih yang dipelajari Gus Baha dari almaghfurlah KH Maimoen Zubair. Ia menegaskan bahwa di antara kebaikan agama IsIam adalah meninggalkan kemungkaran. Meninggalkan itu adalah pekerjaan yang tidak butuh modal.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.