Perusahaan Merek Dunia Gagal Hentikan Deforestasi & Pelanggaran HAM di 2025

ED
Rabu, 31 Desember 2025 | 04:19 WIB
Bagikan
Perusahaan Merek Dunia Gagal Hentikan Deforestasi & Pelanggaran HAM di 2025

Skor penilaian Keep Forests Standing mengevaluasi kebijakan publik dan praktik implementasi dari sepuluh perusahaan merek besar dunia — Colgate-Palmolive, Ferrero, Kao, Mars, Mondelēz, Nestlé, Nissin Foods, PepsiCo, Procter & Gamble, dan Unilever — berdasarkan dua belas indikator yang berfokus pada kebijakan Nol Deforestasi, Nol Pembukaan Lahan Gambut, Nol Eksploitasi atau disingkat NDPE, sebagai perlindungan hak asasi manusia, dan transparansi rantai pasok.

Perlindungan bagi Pembela Hak Asasi Manusia (HRDs) merupakan salah satu indikator paling kritis dalam penilaian tahun ini. Antara tahun 2015 dan 2024, Business and Human Rights Resource Center mencatat lebih dari 6.400 serangan, termasuk lebih dari 1.000 pembunuhan, terhadap Pembela HAM di 147 negara. Meskipun beberapa perusahaan merek telah mengambil langkah awal untuk menerapkan perlindungan bagi Pembela HAM, tindakan korporasi tetap bersifat sporadis dan tidak konsisten mengingat skala krisis yang ada.

Unilever menetapkan standar awal dengan menerbitkan kebijakan Pembela HAM pertama pada tahun 2022. Merek-merek seperti Procter & Gamble, Colgate-Palmolive, PepsiCo, dan Nestlé telah berkomitmen untuk tidak mentolerir intimidasi, kriminalisasi, dan kekerasan terhadap Pembela Hak Asasi Manusia (HRD) dalam rantai pasokan mereka. Merek-merek ini perlu menunjukkan kepemimpinan dengan mengubah komitmen tersebut menjadi prosedur untuk mencegah intimidasi terhadap Pembela HAM.

Tahun ini, Mondelēz dan perusahaan lain bekerja sama untuk menangani isu-isu terkait Pembela HAM dalam Consumer Goods Forum (CGF). Hasilnya adalah terbitnya “Human Rights Defenders Best Practice Note for Business (Panduan Praktik Terbaik untuk Bisnis dalam Melindungi Pembela HAM)." Namun, panduan ini masih bersifat simbolis, memberikan arahan namun belum cukup untuk mendorong perubahan melalui tindakan konkret dan mekanisme implementasi yang diperlukan. Nissin Foods bergabung dengan tujuh merek lainnya mengeluarkan komitmen publik untuk tidak mentolerir intimidasi, kriminalisasi, dan kekerasan terhadap Pembela HAM. Mondelēz, produsen biskuit Oreo, merupakan perusahaan dengan skor terendah secara keseluruhan dan satu-satunya perusahaan yang mendapat nilai nol berdasarkan kriteria kebijakan Pembela HAM. Meskipun Rencana Aksi Minyak Sawit 2025-nya berisi harapan agar pemasok menghormati aktivis yang memperjuangkan HAM, perusahaan tersebut masih belum memiliki komitmen yang jelas dan eksplisit terhadap nol toleransi terhadap intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap Pembela HAM.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.