Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Perubahan Iklim Picu Aktivitas Gunung Berapi di Antarktika

Desi Rossilawati
Jumat, 17 Januari 2025 | 20:40 WIB
Bagikan
Perubahan Iklim Picu Aktivitas Gunung Berapi di Antarktika
VISI.NEWS | BANDUNG - Perubahan iklim yang memicu mencairnya lapisan es di Antarktika bukan hanya mengancam kenaikan permukaan air laut, tetapi juga dapat memicu aktivitas gunung berapi tersembunyi di bawah lapisan es. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Geochemistry, Geophysics, Geosystems pada Desember 2024, lebih dari 100 gunung berapi tersembunyi di bawah permukaan Antarktika berpotensi aktif. Penipisan lapisan es akibat pemanasan global mengurangi tekanan pada magma di bawah permukaan, memungkinkan magma memuai dan meningkatkan risiko letusan gunung berapi subglasial. Letusan gunung berapi subglasial, meskipun terjadi di bawah permukaan es, dapat berdampak signifikan. Panas yang dihasilkan letusan ini dapat mencairkan lebih banyak es, melemahkan lapisan es, dan menciptakan siklus yang berulang antara pencairan es dan aktivitas vulkanik. Simulasi komputer yang dilakukan para peneliti menunjukkan bahwa mencairnya lapisan es tidak hanya meningkatkan frekuensi letusan, tetapi juga memperbesar skala letusan. Proses ini diperkirakan berlangsung secara perlahan selama ratusan tahun, tetapi dampaknya dapat terus berlanjut bahkan jika pemanasan global akibat aktivitas manusia berhasil dikurangi. Beberapa gunung berapi ini terletak di sepanjang pantai barat Antarktika, dengan puncaknya ada yang berada di bawah beberapa kilometer es. Letusan subglasial dapat memengaruhi stabilitas lapisan es, mempercepat pencairan, dan memicu dampak yang lebih luas pada ekosistem global. Penemuan ini menyoroti kompleksitas perubahan iklim, di mana pencairan es tidak hanya berdampak pada lautan, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas geologi di kawasan kutub. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.