Persib Kelola 65,4 Ton Sampah Lewat Program Zero Waste
Persib Kelola 65,4 Ton Sampah Lewat Program Zero Waste./visi.news/ist.
Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang memiliki semangat dan visi yang sama dalam menghadirkan dampak positif di luar pertandingan.
"Bagi PERSIB, keberlanjutan bukan sekadar inisiatif pendukung, tetapi telah menjadi bagian dari nilai yang kami integrasikan ke dalam penyelenggaraan pertandingan maupun berbagai aktivitas klub. Melalui kolaborasi bersama Jubelo, kami ingin memastikan bahwa setiap pertandingan tidak hanya menghadirkan pengalaman terbaik bagi Bobotoh, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan," katanya.
Menurut Adhi, keberhasilan mengelola lebih dari 65 ton sampah membuktikan bahwa perubahan dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang konsisten dan melibatkan seluruh elemen dalam ekosistem sepak bola.
"Keberhasilan ini bukan hanya tentang besarnya volume sampah yang berhasil dikelola, tetapi juga tentang tumbuhnya kesadaran bersama. Kami percaya sepak bola memiliki kekuatan untuk menginspirasi perubahan. Karena itu, kami akan terus mengembangkan berbagai inisiatif sustainability sebagai bagian dari transformasi Persib menjadi klub yang semakin profesional, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) Jubelo, Fahmi Abdul Aziz, mengapresiasi konsistensi PERSIB dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional pertandingan.
"Kolaborasi bersama Persib menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola berskala besar dapat dilakukan secara terukur, sistematis, dan memberikan dampak nyata. Keberhasilan mengelola lebih dari 65 ton sampah merupakan hasil dari komitmen bersama, kedisiplinan operasional, serta meningkatnya partisipasi seluruh pihak yang terlibat," ujarnya.
Fahmi menambahkan, keberhasilan program tersebut juga menunjukkan besarnya potensi penerapan prinsip ekonomi sirkular di industri olahraga apabila didukung kolaborasi yang kuat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!