Persib Kelola 65,4 Ton Sampah Lewat Program Zero Waste
Persib Kelola 65,4 Ton Sampah Lewat Program Zero Waste./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya menghadirkan hiburan di atas lapangan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan. Melalui implementasi program Zero Waste to Landfill bersama mitra pengelolaan sampah, Jubelo, Persib berhasil mengelola sebanyak 65.434 kilogram atau 65,4 ton sampah sepanjang pertandingan kandang pada kompetisi AFC Champions League Two dan Super League Indonesia musim 2025/2026.
Capaian tersebut merupakan akumulasi dari seluruh Sustainability Report yang disusun Jubelo pada setiap laga kandang Persib selama satu musim kompetisi.
Program Zero Waste to Landfill menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan PERSIB dalam menghadirkan penyelenggaraan pertandingan yang lebih ramah lingkungan. Melalui program ini, sampah yang dihasilkan selama pertandingan dipilah, dikelola, dan dimanfaatkan kembali sesuai karakteristiknya sehingga sebanyak mungkin material tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (landfill).
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa stadion sepak bola dapat menjadi ruang kolaborasi yang mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Bagi PERSIB, aspek keberlanjutan tidak hanya menjadi program pendukung, tetapi telah menjadi bagian dari transformasi klub dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Sepanjang musim kompetisi, sebanyak 65.434 kilogram sampah berhasil dikelola, terdiri atas 18.877 kilogram sampah organik, 26.545 kilogram sampah anorganik, dan 19.618 kilogram sampah residu. Seluruh material diproses melalui sistem pemilahan terintegrasi agar dapat dikelola sesuai jenisnya sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Implementasi program tersebut dijalankan secara konsisten pada setiap pertandingan kandang melalui kolaborasi antara Persib, Jubelo, petugas operasional, tenant, hingga Bobotoh. Sinergi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan stadion sekaligus memperkuat posisi GBLA sebagai stadion yang menerapkan praktik penyelenggaraan pertandingan berkelanjutan.
Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang memiliki semangat dan visi yang sama dalam menghadirkan dampak positif di luar pertandingan.
"Bagi PERSIB, keberlanjutan bukan sekadar inisiatif pendukung, tetapi telah menjadi bagian dari nilai yang kami integrasikan ke dalam penyelenggaraan pertandingan maupun berbagai aktivitas klub. Melalui kolaborasi bersama Jubelo, kami ingin memastikan bahwa setiap pertandingan tidak hanya menghadirkan pengalaman terbaik bagi Bobotoh, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan," katanya.
Menurut Adhi, keberhasilan mengelola lebih dari 65 ton sampah membuktikan bahwa perubahan dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang konsisten dan melibatkan seluruh elemen dalam ekosistem sepak bola.
"Keberhasilan ini bukan hanya tentang besarnya volume sampah yang berhasil dikelola, tetapi juga tentang tumbuhnya kesadaran bersama. Kami percaya sepak bola memiliki kekuatan untuk menginspirasi perubahan. Karena itu, kami akan terus mengembangkan berbagai inisiatif sustainability sebagai bagian dari transformasi Persib menjadi klub yang semakin profesional, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) Jubelo, Fahmi Abdul Aziz, mengapresiasi konsistensi PERSIB dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional pertandingan.
"Kolaborasi bersama Persib menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola berskala besar dapat dilakukan secara terukur, sistematis, dan memberikan dampak nyata. Keberhasilan mengelola lebih dari 65 ton sampah merupakan hasil dari komitmen bersama, kedisiplinan operasional, serta meningkatnya partisipasi seluruh pihak yang terlibat," ujarnya.
Fahmi menambahkan, keberhasilan program tersebut juga menunjukkan besarnya potensi penerapan prinsip ekonomi sirkular di industri olahraga apabila didukung kolaborasi yang kuat.
"Kami percaya stadion memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi lokasi pertandingan. Stadion dapat menjadi ruang edukasi yang mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan. Karena itu, kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan Persib dalam menghadirkan standar baru penyelenggaraan pertandingan yang lebih ramah lingkungan," tuturnya.
Ke depan, Persib bersama Jubelo akan terus mengembangkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah serta inisiatif keberlanjutan lainnya sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang semakin bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan tersebut, Persib meyakini sepak bola memiliki kekuatan untuk melampaui hasil pertandingan. Setiap langkah menuju stadion yang lebih hijau, setiap kebiasaan baik yang tumbuh, serta setiap kolaborasi yang terjalin diharapkan menjadi bagian dari komitmen klub dalam menciptakan dampak positif bagi Bobotoh, masyarakat, dan lingkungan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!