Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Perpecahan Politik yang Artifisial: Bagaimana Perdebatan Imigrasi di Prancis Menyembunyikan Realitas Sosial

ED
Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:58 WIB
Bagikan
Perpecahan Politik yang Artifisial: Bagaimana Perdebatan Imigrasi di Prancis Menyembunyikan Realitas Sosial

Dengan reformasi undang-undang setiap dua tahun rata-rata, ditambah liputan media harian, retorika anti-imigrasi menjadi dominan. Isu ini terus digunakan untuk menghidupkan kembali konflik kiri-kanan, bukan untuk menjawab kebutuhan publik.

Contoh terbaru: Sebuah petisi dari tokoh sayap kanan Philippe De Villiers menyerukan referendum tentang imigrasi karena kekhawatiran bahwa Prancis akan "mengganti populasi... gaya hidup... peradaban".

Petisi ini dipromosikan oleh media konservatif seperti CNews, Europe 1, dan Valeurs Actuelles, mengumpulkan 1,5 juta tanda tangan — namun datanya diragukan. Situs penandatanganan tidak aman, memungkinkan penandatanganan ganda bahkan oleh robot. Selain itu, penandatangan menyetujui penggunaan data pribadi mereka untuk iklan dan newsletter.

Petisi ini tampaknya hanyalah kampanye pemasaran politik untuk mobilisasi simpatisan.

Kesimpulan

Pengalaman Prancis menunjukkan bagaimana institusi yang tidak efektif dan strategi politik partisan telah menghambat pengelolaan isu imigrasi yang kompleks. Hasilnya adalah medan pertempuran kiri-kanan yang sangat memecah belah, meski pada kenyataannya masyarakat justru menunjukkan konsensus yang relatif dalam hal imigrasi.***

  • Thomas Lacroix adalah peneliti di Pusat Studi Internasional, Universitas Sciences Po, Paris.
  • Artikel ini awalnya diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons oleh 360info™.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.