Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Perpecahan Politik yang Artifisial: Bagaimana Perdebatan Imigrasi di Prancis Menyembunyikan Realitas Sosial

ED
Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:58 WIB
Bagikan
Perpecahan Politik yang Artifisial: Bagaimana Perdebatan Imigrasi di Prancis Menyembunyikan Realitas Sosial

Survei tahunan mengenai rasisme menunjukkan kemajuan menuju pemahaman dan toleransi yang lebih besar. Indeks Toleransi Longitudinal dari Komisi Nasional Konsultatif Hak Asasi Manusia (CNCDH) mencatat peningkatan toleransi terhadap warga asing sejak 1990, terutama pada generasi muda yang lebih akrab dengan budaya asing.

Mayoritas warga Prancis mendukung imigrasi yang ditargetkan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor-sektor seperti kesehatan dan pertanian. Menurut think tank Terra Nova, 58% populasi mendukung imigrasi tenaga kerja (baik yang diseleksi maupun tidak), dan angka ini meningkat hingga 70% di kalangan mereka yang mengenal imigran secara pribadi.

Demikian pula, masyarakat umumnya mendukung:

Bahkan dalam isu-isu kontroversial seperti persyaratan integrasi, sebagian besar mendukung pelajaran bahasa dan pendidikan kewarganegaraan — bukan penolakan terhadap imigrasi itu sendiri.

Kesenjangan antara Wacana Politik dan Realitas Publik

Perbedaan besar antara kerasnya retorika politik dan prioritas publik menunjukkan bahwa perdebatan imigrasi lebih banyak melayani agenda politik dibandingkan mencerminkan kekhawatiran masyarakat. Isu ini menjadi arena kompetisi politik dan pembentukan identitas, memungkinkan partai-partai membedakan diri secara simbolik sambil menghindari diskusi kebijakan ekonomi dan sosial yang lebih kompleks.

Untuk memahami politik imigrasi Prancis saat ini, penting menilik evolusinya sejak awal abad ke-20.

1920-an – Pasca Perang Dunia II: Imigrasi dikelola oleh dunia usaha, yang merekrut tenaga kerja asing berdasarkan kebutuhan ekonomi, tanpa banyak campur tangan politik. Isu ini masih bersifat teknis dan pragmatis.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.