Permudah Mobilitas Warga, Jembatan Gantung Garuda di Cibadak Sukabumi Diresmikan
Jembatan Gantung Garuda penghubung Kampung Bojongkoneng dan Kampung Cipanas, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi./visi.news/ist.
VISI.NEWS – Penantian panjang warga akhirnya terwujud. Jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Cipanas dengan Kampung Bojongkoneng, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kini resmi dapat digunakan masyarakat.
Jembatan yang diberi nama Jembatan Gantung Garuda itu diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Kodim 0607/Kota Sukabumi pada Senin (27/7/2026).
Di balik rampungnya pembangunan jembatan sepanjang 32 meter yang membentang di atas sungai Leuwi Goong, tersimpan penantian warga selama 26 tahun. Harapan masyarakat untuk memiliki akses penghubung yang lebih layak akhirnya terealisasi melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kehadiran jembatan tersebut memangkas jarak tempuh warga. Masyarakat tidak lagi harus memutar untuk menuju Kampung Cipanas maupun Kampung Bojongkoneng, sehingga akses antarkampung menjadi lebih cepat dan mudah.
Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengatakan, kehadiran jembatan itu diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga sekaligus mendorong peningkatan aktivitas perekonomian. Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang telah menunggu selama puluhan tahun.
"Jelas ini mempermudah aksesibilitas, meningkatkan ekonomi, dan lain-sebagainya, apalagi tadi sudah 26 tahun jembatan ini diinginkan oleh masyarakat," ujarnya.
Andreas mengatakan jembatan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi kebutuhan warga.
"Pelaksanaannya di bawah koordinasi Pak Kasad dilaksanakan oleh Pak Dandim 0607. Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan dirawat," kata Andreas.
Sementara itu, Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri mengatakan, dari enam jembatan yang menjadi program pembangunan TNI, empat di antaranya telah selesai dibangun dan diresmikan. Keempat jembatan tersebut berada di Cikembar, Cisaat, Parungkuda, dan Cibadak, sedangkan dua lainnya masih dalam proses pembangunan di Sukaraja, yakni di Desa Kebonpedes dan Desa Bojongsawah.
Secara keseluruhan terdapat tiga tipe jembatan yang dibangun, yakni tipe Aramco, tipe beton, dan tipe gantung atau perintis.
Menurutnya, pembangunan jembatan melibatkan TNI, pemerintah daerah, seluruh instansi terkait, dan masyarakat sehingga seluruh proses dapat berjalan sesuai target.
Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Tentunya dengan jembatan ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat baik dari sisi pendidikan, perekonomian, dan seluruhnya kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan jembatan ini," ujarnya.
Beny menambahkan, jembatan yang diresmikan di Cibadak merupakan jembatan gantung atau tipe perintis dengan panjang sekitar 32 meter.
Mengenai warna merah putih pada jembatan, Beny mengatakan warna tersebut dipilih sebagai simbol kecintaan terhadap bangsa dan negara.
"Seluruh jembatan kita gunakan warna merah putih ya, itu tanda kecintaan kita kepada bangsa dan negara," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!