Permintaan Rasulullah kepada Allah saat Isra’ dan Mi’raj
إِنِّي قَدْ اِسْتَحْيَيْتُ مِنْهُ تَعَالَى
Artinya, “Sungguh aku malu kepada-Nya Yang Luhur.” (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anil Adzim, , juz V, halaman 14).
Senyum Malaikat Malik Shalat lima waktu menjadi momentum terakhir bagi Rasulullah dengan Allah sebelum pulang menuju Makkah. Dalam perjalanannya, tak sesekali ia tanyakan kepada malaikat Jibril perihal sesuatu yang ia temukan. Di antaranya adalah tertawanya malaikat Malik.
Rasulullah mengatakan kepada Jibril, “Saya tidak mendatangi setiap tempat kecuali semuanya gembira menyambutku dan tersenyum kepadaku. Kecuali seseorang, saya menyampaikan salam kepadanya, kemudian ia menjawab sambil tersenyum dan setelah itu tidak lagi tersenyum. Siapakah dia wahai Jibril?” Malaikat Jibril menjawab, “Wahai Muhammad, dia adalah malaikat Malik, penjaga neraka Jahannam. Dia tidak pernah tersenyum sejak pertama kali diciptakan kecuali ketika bertemu denganmu.”
Demikian kisah permintaan Rasulullah kepada Allah saat peristiwa Isra’ Mi’raj hingga perjalanan pulang menuju Makkah. Kisah ini memberikan sebuah teladan, bahwa siapa pun yang sudah memiliki kedekatan secara khusus dengan Allah, maka apa saja yang ia minta akan diberikan oleh-Nya. Semoga di bulan terjadinya Isra’ dan Mi’raj ini, kita bisa meningkatkan spiritualitas dan bisa menambah ibadah dan ketaatan. Amin. @mpa/nu/ustadz sunnatullah
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!