Perjalanan Arwah

ED
Rabu, 15 Januari 2025 | 09:05 WIB
Bagikan
Perjalanan Arwah

Usaha-usaha untuk mengembalikan ruh dari alam jasad menuju alam lahut merupakan kewajiban bagi setiap manusia, begitu ungkap Abdul Qadir Al-Jailani. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan berupaya menuju kemakrifatan. Kemakrifatan yakni terbukaya hijab nafsu. Sehingga mampu melihat kanz al-makhfiy (sesuatu berharga yang lembut) melalui lubuk hati yang paling dalam.

Begitulah perjalan ruh mulai dari tempat paling dekat dengan Allah, yakni lahut. Hingga menuju ke tempat yang paling jauh dari Allah, yakni alam jisim. Dan para ruh tersebut dalam hal ini manusia punya kewajiban untuk kembali mengenal Allah SWT dengan ilmu-ilmu batin atau tasawuf.

اَوَّلُ مَا خَلَقَ اللهُ رُوحِيْ, وَاَوَّلُ مَا خَلَقَ اللهُ نُوْرِي, وَاَوَّلُ مَا خَلَقَ اللهُ القَلَمَ, وَاَوَّلُ مَا خَلَقَ اللهُ العَقْلَ.

(HR. Abu Dawud, dalam kitab Sunan)

Kondisi Ruh setelah Kematian

Iman terhadap hal ghaib adalah salah satu hal yang wajib kita lakukan sebagai muslim, di antara beriman kepada hal ghaib adalah percaya terhadap adanya Tuhan, malaikat, selain itu, ada hal ghaib lain seperti jin, syaitan, dan ruh/arwah manusia. Dalam masalah arwah ini, tidak ada yang tahu pasti bagaimana kondisi arwah manusia setelah terjadinya proses kematian. Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mengetahui secara detail bagaimana kondisi arwah orang yang sudah meninggal. Hal ini sesuai dengan firman Allah surat Al-Isra’ ayat 85:

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang roh. Katakanlah, “Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit.”

Sejatinya tidak ada yang tahu kondisi secara riil bagaimana kondisi arwah manusia ketika setelah kematian, bahkan nabi pun tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit saja. Pada ayat di atas ada kata وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا, para ulama menafsirkan kata tersebut dengan Nabi Muhammad yang diberi pengetahuan sedikit tentang pengetahuan arwah ketika ditanya oleh orang Yahudi, ada juga yang berpendapat kalau para ulama juga diberi pengetahuan tentang arwah walaupun itu sedikit.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.