Perempuan Inovasi 2024: Perluas Program, Tingkatkan Inklusivitas ke Peserta Didik Vokasi
- Perempuan Inovasi 2024 bekerja sama dengan Dirjen Pendidikan Vokasi sebagai mitra strategis untuk memperkenalkan beasiswa di bidang digital kepada seluruh perempuan di Indonesia guna meningkatkan kualitas tenaga kerja di era Revolusi Industri 4.0
VISI.NEWS | JAKARTA – Tahun ini Program Perempuan Inovasi 2024 berkesempatan untuk bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia sebagai mitra strategis guna mendukung cita-cita memajukan perempuan Indonesia di bidang teknologi. Melalui kerja sama ini, program Perempuan Inovasi 2024 ingin memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada perempuan dari berbagai latar belakang pendidikan vokasi untuk terlibat dalam pelatihan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan tenaga kerja yang dapat bersaing secara global.
"Vokasi memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sehingga generasi muda dapat bersaing dan terus mengembangkan diri sesuai dengan minat dan bakatnya. Selain generasi sekarang dituntut dapat menguasai perkembangan teknologi dan memiliki nilai jual lebih dari orang lain, mereka juga harus bisa mempertahankan nasionalisme dan etika yang dijunjung tinggi di Indonesia. Melalui kemitraan ini, Perempuan Inovasi ingin memberikan kesempatan yang lebih besar bagi perempuan yang sedang ataupun telah menempuh pendidikan vokasi untuk terlibat dalam pelatihan keterampilan digital dan meraih cita-cita mereka." jelas Amanda Simanjuntak, Co-founder & CEO Markoding dalam rilisnya kepada VISI.NEWS, Rabu (8/5/2024).
Berdasarkan data dari Kementrian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, terdapat 52,64 juta peserta didik di tahun ajaran 2023/2024, dimana 4,99 juta di antaranya merupakan murid di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di 14,449 SMK di seluruh Indonesia. Jika digolongkan berdasarkan jenis kelaminnya, jumlah murid laki-laki masih lebih banyak, yakni 2, 85 juta dan murid perempuan sebesar 2,14 juta. Selain di SMK, peserta didik vokasi juga tersebar di satuan-satuan pendidikan vokasi lain, seperti LKP dan Politeknik. Berbeda dengan SMK, proporsi peserta didik LKP justru didominasi perempuan, yakni 57,4% (perempuan) dan 42,6% (laki-laki). Begitu juga politeknik, 57,77% adalah perempuan dan 42,23% laki-laki.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!