Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Perekonomian Indonesia Dihantam Masalah Bertubi-Tubi, Daya Beli Masyarakat Tertekan

ED
Kamis, 13 Juni 2024 | 05:45 WIB
Bagikan
Perekonomian Indonesia Dihantam Masalah Bertubi-Tubi, Daya Beli Masyarakat Tertekan

Harga bahan pangan yang tinggi berkontribusi pada inflasi yang signifikan. Inflasi bahan pangan bergejolak (volatile food) per Mei 2024 mencapai 8,14% secara tahunan, jauh di atas inflasi umum yang berada di level 2,84% year on year (yoy). Kenaikan harga pangan ini tidak diimbangi oleh kenaikan pendapatan masyarakat. Kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) hanya 6,5% selama periode 2019-2024, sementara upah minimum regional (UMR) rata-rata naik 4,9% pada periode yang sama.

Tauhid Ahmad, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), mengatakan bahwa pendapatan masyarakat tidak cukup untuk menutupi kenaikan harga pangan, sehingga konsumsi tidak meningkat.

Tekanan pada Tabungan Masyarakat

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat terpaksa menggunakan tabungan mereka. Data Mandiri Spending Index per Mei 2024 menunjukkan tabungan golongan masyarakat miskin dan kelas menengah terus tertekan. Sebaliknya, tabungan orang kaya meningkat meskipun mereka terus berbelanja. Indeks tabungan kelas menengah turun dari sekitar 100 menjadi hanya 94, sementara indeks tabungan kelas bawah hanya 41,3 dari kisaran 80.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Sektor tekstil menjadi salah satu yang paling terdampak oleh kebijakan pemerintah. Permendag Nomor 8 Tahun 2024 menyebabkan peningkatan PHK di sektor ini. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, mencatat bahwa hingga Mei 2024, sekitar 10.800 pekerja di industri tekstil terkena PHK. Angka ini naik 66,67% dibandingkan tahun sebelumnya.

Respons Pemerintah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa koordinasi kebijakan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Ia berjanji pemerintah akan terus melakukan sinkronisasi kebijakan untuk menghadapi tekanan eksternal dan memastikan kesejahteraan masyarakat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.