Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Perekonomian Indonesia Dihantam Masalah Bertubi-Tubi, Daya Beli Masyarakat Tertekan

ED
Kamis, 13 Juni 2024 | 05:45 WIB
Bagikan
Perekonomian Indonesia Dihantam Masalah Bertubi-Tubi, Daya Beli Masyarakat Tertekan

VISI.NEWS | JAKARTA - Perekonomian Indonesia tengah menghadapi tantangan berat. Berbagai masalah ekonomi menghantam masyarakat, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK) di banyak sektor, lonjakan harga bahan pangan, hingga melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini berada di atas Rp 16.000.

Nilai Tukar Rupiah Melemah

Mata uang Garuda terus mengalami pelemahan. Data Refintiiv menunjukkan, pada pembukaan perdagangan Rabu (12/6/2024), rupiah melemah 0,09% ke posisi Rp16.300/US$. Pelemahan ini telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut, sejak Senin lalu. Melemahnya rupiah menyebabkan harga barang dalam negeri, terutama yang bahan bakunya diimpor, menjadi lebih mahal.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), M. Faisal, menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga barang konsumsi dan bahan baku impor naik. "Otomatis ini akan menekan daya beli masyarakat dan daya saing industri," kata Faisal.

Kenaikan Harga Bahan Pangan

Tidak hanya nilai tukar yang melemah, harga bahan pangan utama seperti beras juga naik. Pemerintah masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan, termasuk beras. Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras, serta menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium.

Tahun ini, Indonesia menetapkan kuota impor beras sebesar 4.045.761 ton, gula kristal mentah sebanyak 830 ribu ton, bawang putih 665.025 ton, daging lembu 270.352 ton, serta jagung untuk bahan baku dan pakan mencapai sekitar 1,95 juta ton.

Inflasi dan Daya Beli

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.