Percepat Pemulihan Pascapandemi, Kominfo Dorong Pemanfaatan Ruang Digital Positif dan Produktif
Pada saat bersamaan, Kementerian Kominfo juga memastikaninternet bisa digunakan secara positif dan produktif oleh setiap warga negara. Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di bidang digital. Menurut Stafsus Dedy Permadi, Kementerian Kominfo secara khusus telah menyediakan banyak kegiatan yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat.
"Pertama program literasi digital, yang bisa diikuti melalui jejaring siberkreasi, misalnya. Hampir setiap hari ada latihan gratis memperkenalkan pada produk digital marketing. Kedua, Digital Talent Scholarship (DTS). Ada juga akademi yang disebut sebagai Digital Enterpreneurship Academy yang khusus mendidik atau melatih masyarakat untuk bisa berdagang di era digital. BAKTI Kominfo juga mempunyai program untuk UMKM di wilayah pariwisata super prioritas," tuturnya.
Bahkan Pemerintah juga memfasilitasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bertahan di tengah Pandemi Covid-19 dengan melakukan ekspansi usaha melalui pemanfaatan ruang digital. Targetnya agar pelaku UMKM tidak hanya bisa memanfaatkan ruang digital untuk berusaha, tetapi lebih dari itu bisa survive dan mampu bersaing di tingkat global.
"Jadi tidak hanya masuk ke dunia digital saja, tetapi mampu bertahan untuk menjadi active seller, penjual yang aktif di ruang digital. Kemudian naik kelas lagi yang namanya active selling kemudian mereka bisa melakukan ekspansi bisnis bahkan bisa berasing di kompetisi global. Itulah sebetulnya tahapan-tahapan yang kita perlukan," ungkap Stafsus Menteri Kominfo.
Menurut Stafsus Dedy Permadi, meski sebanyak 75% UMKM saat ini belum terdigitalisasi, Pemerintah terus berusaha menyusun program-program untuk membantu UMKM digital yang jumlahnya semakin meningkat.
"Jadi peluangnya masih sangat besar. PR-nya sebetulnya adalah menaikan kelas UMKM itu, mulai dari digitally on board, kemudian digitalkan, bisa beraktivitas di platform digital di marketplace, di media sosial. Yang tadinya jualan manual jadi jualan di Instagram, yang tadinya jualan manual, bisa jualan di TokoPedia," paparnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!