Perang Timur Tengah Meluas, Serangan Israel–AS ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak dan Kepanikan Global
VISI.NEWS | BANDUNG – Konflik di Timur Tengah kian meluas setelah Israel dan Amerika Serikat kembali menggempur sejumlah target strategis di Iran pada Selasa waktu setempat. Serangan balasan Iran menyasar kepentingan Amerika di kawasan Teluk serta memperluas ketegangan hingga ke Lebanon. Dampaknya terasa cepat: harga minyak melonjak, pasar saham global merosot, dan jalur energi dunia terganggu.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan militer AS telah menghantam berbagai target angkatan laut dan udara Iran.
“Hampir semua target utama sudah kami lumpuhkan,” ujarnya kepada wartawan.
Trump juga membela keputusannya melancarkan operasi militer tersebut. Ia mengatakan perintah serangan dikeluarkan karena ia merasa Iran akan menyerang setelah negosiasi program nuklir mengalami kebuntuan.
Ketika ditanya siapa yang ia inginkan memimpin Iran selanjutnya, Trump menjawab, “Sebagian besar orang yang kami pertimbangkan untuk itu sudah tewas.”
Sumber yang mengetahui rencana perang Israel menyebut operasi militer awalnya dirancang berlangsung dua pekan, namun daftar target disebut tercapai lebih cepat dari perkiraan. Dalam gelombang serangan pertama pada Sabtu, sejumlah pemimpin senior Iran dilaporkan tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama 37 tahun.
Ledakan mengguncang Teheran sepanjang hari. Israel dilaporkan menyerang kantor penyiaran negara dan area sekitar Bandara Mehrabad, serta mengklaim telah menghantam fasilitas pengembangan nuklir bawah tanah di ibu kota. Di kota suci Qom, bangunan yang menampung Majelis Ahli—lembaga yang bertugas memilih pemimpin tertinggi—dilaporkan hancur akibat serangan udara.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone ke sejumlah fasilitas Amerika di kawasan. Kedutaan Besar AS di Arab Saudi dan Kuwait menjadi sasaran, sementara asap terlihat mengepul di dekat Konsulat AS di Dubai. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan sebuah area parkir terkena serangan, namun seluruh personel dalam kondisi aman.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!