PERANG MASA DEPAN | Banyak Militer Yang 'menyusut', Mengapa Indonesia Tidak?

ED
Kamis, 22 Agustus 2024 | 08:59 WIB
Bagikan
PERANG MASA DEPAN | Banyak Militer Yang 'menyusut', Mengapa Indonesia Tidak?

Kepentingan internal

Beberapa perluasan terbaru di TNI tampaknya lebih didorong oleh kepentingan internal daripada oleh kebutuhan strategis. Misalnya, Angkatan Darat berencana untuk membentuk 22 komando daerah militer baru, sehingga totalnya menjadi 37. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak membenarkan langkah ini dengan menyebutkan perlunya menyamakan jumlah komando polisi daerah, yang ada di setiap provinsi. Akan tetapi, meskipun masuk akal bagi polisi untuk hadir di setiap provinsi mengingat peran mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum, tidak ada kebutuhan yang jelas bagi Angkatan Darat untuk memiliki jumlah komando yang sama. Angkatan Darat Indonesia, yang memiliki lebih banyak personel daripada cabang militer lainnya, menghadapi peningkatan tuntutan personel dengan perluasan struktur komando teritorialnya. Hal ini menambah tekanan pada anggaran pertahanan, yang biasanya dialokasikan hampir 50 persen untuk biaya personel. Sebaliknya, belanja modal hanya sekitar 30 persen, dan belanja barang sekitar 20 persen. Perluasan kebutuhan personel dapat lebih jauh mengurangi dana untuk belanja modal dan barang, yang sangat penting bagi Angkatan Laut dan Angkatan Udara, yang keduanya sangat bergantung pada platform dan sangat membutuhkan pengembangan.

Pada tahun 2014, Widodo memperkenalkan visi "Poros Maritim Global", yang bertujuan untuk meningkatkan tata kelola maritim dan kemampuan pertahanan Indonesia. Meskipun banyak pengamat sekarang memandang Poros Maritim Global sebagai kebijakan yang "mati" karena kurangnya perhatian selama masa jabatan kedua Widodo, kebijakan ini membantu membangun landasan untuk meningkatkan tata kelola maritim Indonesia. Meskipun ada beberapa kemajuan dalam memodernisasi Angkatan Laut, masih banyak yang harus dilakukan untuk membangun postur pertahanan dan keamanan maritim yang ideal.

Kemajuan dan modernisasi Angkatan Laut di berbagai variabel kekuatan laut masih sederhana dibandingkan dengan perluasan angkatan laut di negara-negara lain dengan peringkat yang sama. Selain itu, Badan Keamanan Laut (Bakamla), yang bertanggung jawab atas patroli keamanan dan keselamatan di perairan Indonesia, terus berjuang dengan kemampuan yang terbatas dan terbatas.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.