Peran Strategi "Zero Trust" dalam Memerangi "Ransomware"
Ciri khas ZTA adalah inspeksi mendalam dan menyeluruh atas seluruh pengguna dan data, termasuk arus penggunaan yang terenkripsi. Berkat arsitektur dan segmentasi mikro, penjahat siber terhambat ketika bergerak secara lateral dalam sebuah jaringan—artinya, peretas tidak akan dapat menyusup infrastruktur TI dan menanamkan ransomware pada data yang lebih penting. Selama bertahun-tahun terakhir, penjahat siber semakin canggih dan ahli dalam memanfaatkan malware tersebut. Kini, serangan siber biasanya mempertimbangkan dan secara strategis menyasar organisasi rentan yang menyimpan data penting. Aktor-aktor yang berniat jahat juga biasa membobol jaringan dan bersembunyi selama berbulan-bulan. Visibilitas adalah unsur vital dalam memerangi ransomware; dengan menyingkirkan titik lengah (blind-spot) pada seluruh jaringan, peretas tak lagi dapat memasuki jaringan tanpa terdeteksi. Dengan Zero Trust dan observasi yang lebih mendalam terhadap seluruh data, waktu tunggu bagi penjahat siber berkurang drastis dari angka rata-rata saat ini yang mencapai 285 hari.
Strategi Zero Trust bukanlah satu-satunya senjata rahasia dalam proteksi ransomware. Meski demikian, saat dipadukan dengan visibilitas, strategi ini berperan besar dalam meningkatkan postur keamanan siber perusahaan. Dengan memprioritaskan deep observability, ZTA semakin mudah diperkenalkan, dan ancaman ransomware pun semakin mudah terdeteksi.
Gigamon® menawarkan perencanaan deep observability dengan mengandalkan analisis data pada jenjang jaringan yang dapat ditindaklanjuti. Tujuannya adalah memperkuat keunggulan perangkat observasi jaringan. Kombinasi canggih ini membantu berbagai perusahaan menjaga keamanan dan kepatuhan regulasi, mempercepat analisis atas akar penyebab kemandekan kinerja, serta menghemat biaya operasional tetap yang berkaitan dengan infrastruktur TI modern tipe hybrid dan multi-cloud. Dengan demikian, kalangan perusahaan mewujudkan potensi transformatif yang ditawarkan komputasi awan. Gigamon melayani lebih dari 4.000 klien di seluruh dunia, termasuk lebih dari 80% perusahaan yang tercantum dalam daftar "Fortune 100", sembilan dari 10 penyedia jaringan seluler terbesar, serta ratusan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan.@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!