Peran Strategi "Zero Trust" dalam Memerangi "Ransomware"

ED
Senin, 8 Agustus 2022 | 14:24 WIB
Bagikan
Peran Strategi "Zero Trust" dalam Memerangi "Ransomware"

Strategi zero trust mengubah hal tersebut. Strategi ini secara dinamis mengukur apakah seseorang patut dipercayai dengan menganalisis cara kerjanya, dan mengevaluasi apakah sebuah organisasi memiliki basis yang rasional untuk menaruh kepercayaan serta memberikan koneksi jaringan. Hal tersebut tak hanya berlaku pada seluruh sistem, namun juga perangkat individual, mekanisme keamanan, dan pengguna. Mengingat maraknya kebijakan BYOD dan kerja jarak jauh, kepercayaan perlu dianggap sebagai sesuatu hal yang harus diperoleh ketimbang diberikan secara cuma-cuma. Seluruh pengguna pun harus dianggap sebagai ancaman hingga terbukti layak dipercayai. Di tengah cara bekerja yang berubah drastis menuju model "bekerja dari lokasi mana saja, bekerja kapan saja" (work anywhere, work anytime), penerapan ZTA sangat masuk akal.

Dengan memperkenalkan segmentasi mikro—memisahkan data, aset, dan aplikasi, serta mencerminkan pilar penting dari ZTA—berbagai organisasi dapat mencegah satu perangkat yang telah dibobol untuk menimbulkan gangguan pada seluruh jaringan. Contoh terkenal dari hal ini adalah aksi peretasan kasino Las Vegas lewat termometer IoT pada sebuah akuarium di ruang tunggu. Dari titik tersebut, peretas mampu mengakses seluruh jaringan kasino. Bagaimana perusahaan melindungi diri dari ancaman seperti itu? Setelah IoT berkembang, peretas semakin menggunakan taktik dan teknik yang lebih inovatif untuk membobol sebuah sistem. Dengan demikian, Zero Trust harus menjadi bagian dari strategi keamanan siber.

Ransomware dan deep observability

Unsur utama dari ZTA adalah visibilitas. Seluruh data harus terlihat jelas ketika bergerak—dari komputasi awan hingga perangkat inti—dan, tim TI dapat mempelajari setiap ancaman terhadap jaringan secara lebih baik. Dari sini, mereka dapat melakukan otorisasi atas aktivitas yang aman, dan mendeteksi pola aplikasi yang tidak diinginkan, serta menganalisis metadata yang memerinci asal dan pergerakan serangan siber. Intinya, Anda tidak dapat melakukan perlindungan dari hal yang tidak terlihat. Semakin mendalam observasi atas jaringan, semakin banyak pula analisis yang diperoleh tim TI untuk mengambil tindak lanjut dalam peningkatan seluruh postur keamanan siber. Langkah tersebut sebenarnya merupakan ketentuan eksplisit dalam NIST SP 800-207, standar emas zero trust.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.