Peran Sentral Ibu dalam Ekonomi Sirkular Persampahan
Kemudian, 15 ton sampah plastik mampu menghasilkan 7,5 megawatt. Lalu, cacahan biji plastik dapat diolah menjadi botol dan gelas plastik dengan omzet usaha hingga ratusan juta rupiah per bulan.
"Intinya, kita ingin mengubah paradigma pengelolaan sampah dengan mengurangi sampah. Yang utama reduce, reuse, recycle. Kuncinya sosialisasi dan edukasi," katanya.
"Terakhir, baru menangani sampah, mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, pemrosesan akhir. Inilah dibutuhkan kerja sama dengan banyak pihak," imbuhnya.
Kondisi Jabar
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar Prima Mayaningtyas melaporkan bahwa satu warga Jabar dapat menghasilkan sekira 0,497 kg/orang/ hari sampah. Jika diakumulasikan, ada kurang lebih 24.790 ton sampah dihasilkan setiap harinya di Jabar.
Dari jumlah tersebut, 43 persen sampah organik, 15 persen sampah plastik, 11 persen sampah kertas, 2 persen sampah logam, 0.9 persen sampah karet, 2 persen sampah kain, 3 persen sampah kaca, dan 11 persen sampah lain-lain.
Prima menuturkan, pihaknya menargetkan pengurangan 30 persen sampah pada 2025. Dalam skala regional, Jabar sendiri saat ini baru mampu mengurangi sampah sebesar 6,52 persen.
"Peran besar dari ibu rumah tangga mengurangi dari sumbernya," kata Prima. "Peran ibu- ibu bagaimana mengurangi secara aksi, dan mengedukasi anggota keluarga dan masyarakat sekitar. Kami berharap webinar ini memberi wawasan," imbuhnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!