Pentingnya Kemamputelusuran untuk Memastikan Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan pada Skala Industri
Upaya kemamputelusuran lainnya yakni Sinar Mas Agribusiness and Food melakukan pemantauan dan penilaian rutin terhadap pemasok minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO), untuk memastikan mereka memahami dan mematuhi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG).
"Berkat program SMART REACH - Remote Engagement, Assessment and Conference (call) from Home melalui konferensi video, sejak Maret 2020 hingga Oktober 2021, kami berhasil melakukan penilaian terhadap sekitar 72 Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan total kunjungan langsung kami ke lapangan pada periode yang sama di tahun lalu," kata Wahyu W. Wijayanti, Head of Traceable and Transparent Production.
Kemamputelusuran juga merupakan pendorong komersial yang kuat. Pelanggan semakin cerdas dan ingin mengetahui asal bahan baku mereka. Untuk mengamankan volume yang dapat ditelusuri, pelanggan bahkan bersedia membayar harga kompetitif, berkomitmen untuk pembelian berskala besar atau membuat kontrak kerjasama jangka panjang. Kolaborasi antara pelanggan, pemasok, dan pemangku kepentingan industri lainnya sangat penting untuk mencapai industri minyak kelapa sawit berkelanjutan secara keseluruhan.
Lebih dari 40 persen perkebunan kelapa sawit di Indonesia dikelola oleh sekitar dua juta petani swadaya. "Sebagai pengusaha, kami memahami manfaat jangka panjang dari pemetaan rantai pasok ini. Kami akan memenuhi permintaan konsumen akan kemamputelusuran produk sekaligus berpartisipasi dalam menciptakan industri sawit yang lebih berkelanjutan dengan membantu petani swadaya yang membutuhkan dukungan untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih baik," kata Sulianto, Sustainability Manager, PT Sugih Riesta Jaya, pemasok pihak ketiga Sinar Mas Agribusiness and Food.
Upaya ini, serta komitmen lain dalam KSLG diakui oleh berbagai pemangku kepentingan, dan melalui sistem pelaporan dan pengungkapan seperti CDP, perusahaan dapat mengukur kinerjanya. "Melaporkan praktik terbaik dalam mengelola risiko lingkungan melalui platform CDP memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengelola, dan mengkomunikasikan tindakan mereka untuk mengatasi isu-isu perubahan iklim, mengelola risiko hilangnya hutan, dan memastikan keamanan pasokan air. Sinar Mas Agribusiness and Food dalam tiga tahun terakhir memperoleh nilai tingkat leadership untuk program hutan CDP, yang merefleksikan posisi kepemimpinannya dalam sektor minyak sawit," kata Rini Setiawati, Senior Manager, Forest, CDP.@nia
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!