Penjaga Kos Mengaku Diancam Buronan Kasus Penyekapan
Ilustrasi./visi.news/ist.
"Ini awalnya bilang jatuh dari kamar mandi, abis itu karena dari Ujungberung enggak bisa nanganin, ini dirujuk ke RSHS," jelasnya.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Resa mengaku tidak banyak berinteraksi dengan korban. Menurutnya, korban mengenakan kerudung dan masker sehingga kondisi wajah maupun matanya tidak terlihat jelas.
"Saya duduk di depan untuk matanya juga enggak kelihatan, karena pakai kerudung mukanya ketutupan. Terus kalau diajak ngobrol juga hanya ngangguk-ngangguk aja," ucapnya.
Setelah korban dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Resa mengaku kembali diminta mengaku sebagai saudara korban. Namun ia menolak dan memilih memberikan keterangan sesuai kondisi sebenarnya.
"Terus dari pihak dari rumah sakit meminta keluarga korban. Tapi terduga pelaku enggak mengakui sebagai keluarganya dan setelah itu malah mengajak ke luar rumah sakit dan ngajak berantem," tuturnya.
Menurut Resa, sikap TH berubah menjadi arogan saat berada di rumah sakit. Tidak lama kemudian, TH meninggalkan lokasi sebelum keluarga korban datang.
"Pas di RSHS dia langsung arogan dan ngambek. Terus dia malah ngajak ke jalan raya buat berantem dan setelah di luar RS langsung aja dia pergi," bebernya.
Resa mengungkapkan, setelah kasus tersebut mulai ramai dibicarakan, dirinya mendapat informasi bahwa TH mencarinya. Bahkan, terduga pelaku disebut datang ke indekos bersama sejumlah rekannya sambil membawa senjata tajam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!