Penggunaan AI Milik Sendiri, Menciptakan Peluang bagi Para Penyerang Siber

ED
Rabu, 17 Juli 2024 | 14:37 WIB
Bagikan
Penggunaan AI Milik Sendiri, Menciptakan Peluang bagi Para Penyerang Siber
  • Survei terbaru menyoroti ketidaksiapan perusahaan dalam manajemen risiko keamanan siber pihak ketiga.

VISI.NEWS | BANDUNG - Sebuah survei yang dirilis awal tahun ini menemukan bahwa hanya sedikit perusahaan yang menganggap ancaman keamanan siber pihak ketiga cukup serius sehingga mereka telah memiliki solusi manajemen risiko yang memadai. Meskipun 94% Chief Information Security Officer (CISO) mengkhawatirkan ancaman keamanan siber pihak ketiga – termasuk 17% yang memandangnya sebagai prioritas utama – hanya 3% yang sudah menerapkan solusi manajemen risiko siber pihak ketiga di organisasi mereka, dan 33% berencana menerapkannya tahun ini.

Panorays: Mengungkap Masalah Keamanan Jaringan

Perusahaan perangkat lunak manajemen risiko keamanan, Panorays, memberikan pencerahan baru tentang memburuknya masalah keamanan jaringan yang disebabkan oleh para pekerja. Ancaman internal ini terjadi ketika karyawan menggunakan jaringan organisasi mereka untuk bereksperimen dengan AI generatif dan alat AI lainnya.

Berdasarkan penelitian, 65% CISO memperkirakan anggaran manajemen risiko siber pihak ketiga akan meningkat. Dari responden tersebut, 40% mengatakan anggaran mereka akan meningkat dari 1% menjadi 10% tahun ini. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa CISO di perusahaan besar (73%) lebih khawatir terhadap ancaman keamanan siber pihak ketiga dibandingkan perusahaan skala menengah (47%). Hanya 7% CISO yang mengatakan mereka tidak khawatir sama sekali.

Matan Or-El: Pentingnya Langkah Proaktif

“CISO memahami ancaman kerentanan keamanan siber pihak ketiga, namun terdapat kesenjangan antara kesadaran ini dan penerapan langkah-langkah proaktif,” kata CEO Panorays, Matan Or-El. Dia memperingatkan bahwa memberdayakan CISO untuk memperkuat pertahanan dengan menganalisis dan mengatasi kesenjangan secara cepat sangatlah penting dalam menavigasi lanskap dunia maya saat ini. Dengan pesatnya perkembangan AI, pelaku kejahatan akan terus memanfaatkan teknologi ini untuk melakukan pelanggaran data, gangguan operasional, dan banyak lagi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.