Penggiat NFT Generatif Baru di Asia Tampil di Ajang Art Basel Hong Kong 2022 Lewat Pameran NFT Tezos Berskala Besar
Mengenai pameran yang akan datang ini, seniman visual asal Singapura Yeo Shih Yun berkata: "Sepanjang sejarah dunia seni, definisi seni selalu berkembang seiring dengan waktu. Kehadiran kembali NFT dalam ajang Art Basel terbaru menunjukkan legitimasinya yang semakin baik sebagai medium bagi seniman dan kolektor di seluruh dunia. Kalangan ini mengakui peran NFT di luar dunia kriptografi dan media sosial. Bagi seniman seperti saya sendiri, NFT telah menjadi sarana berharga untuk karya-karya saya, membantu saya menjangkau jutaan kreator yang turut mengandalkan teknologi ini dan kemampuan NFT dalam mendukung bakat kreatif di seluruh dunia."
Yeo Shih Yun adalah seniman kontemporer ternama asal Singapura. Karya-karyanya menafsirkan kembali seni tradisional yang memakai tinta khas Tiongkok dalam bentuk media baru dan seni pertunjukan. Hingga kini, karya-karyanya telah diakui secara lokal dan internasional, termasuk menerima pesanan dari Singapore Art Museum pada 2011—museum seni visual kontemporer pertama di Singapura. Lukisan "Conversations with Trees" karya Shih Yun menjadi salah satu finalis yang dinominasikan di ajang Sovereign Asian Art Prize. Karya ini bahkan memenangkan Sovereign Asian Art Prize People's Choice Award pada 2012 sebelum dilelang oleh Christie's Asia. Pada 1999 dan 2007, Shih Yun tampil sebagai pemenang UOB Painting of the Year Competition (kategori Distinction in Abstract).
Mencermati dunia seni secara keseluruhan, kenaikan penjualan terbesar terjadi di Asia, dengankenaikan agregat sebesar 31%. Negara-negara yang paling berkontribusi dalam kenaikan ini adalah Hong Kong SAR, Singapura, dan Jepang. Meski pembeli Amerika Serikat masih mengambil porsi terbesar dalam nilai penjualan sepanjang 2021, kolektor Asia mendominasi sepertiga dari nilai penawaran lelang seni global. Bahkan, kolektor Asia menguasai hampir setengah (46%) penawaran lelang atau karya yang telah dibeli senilai lebih dari $5 juta. Tren ini juga terjadi di segmen NFT. Kini, empat dari lima negara di Asia termasuk negara yang paling meminati NFT di dunia, sedangkan, Asia Tengah dan Tenggara menguasai 35% industri NFT global yang bernilai US$22 miliar. Dengan besarnya minat di Asia, pameran ini mengangkat kemunculan seni NFT yang sangat digemari, serta potensinya untuk dunia seni konvensional. Secara khusus, pameran ini juga ingin menampilkan seni generatif, sebuah cabang seni yang memadukan seni dan teknologi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!