Penggiat NFT Generatif Baru di Asia Tampil di Ajang Art Basel Hong Kong 2022 Lewat Pameran NFT Tezos Berskala Besar
Ruang pameran ini juga mempersembahkan karya-karya terkenal dari seniman di seluruh dunia: Nicolas Sassoon (Perancis) Qingnan Tan (Random Combo) (Tiongkok), Chaeseok (CS) Lim (Korea Selatan), Lionel Radisson (makio135) (Perancis), Yazid Azahari (Brunei), Munira Hamzah (Mumu the stan) (Malaysia), Iskra Velitchkova (Bulgaria), Michaël Zancan (Perancis), Sarah Ridgley (Amerika Serikat), Aleksandra Jovanić (Serbia), Park Se Jin (08AM) (Korea Selatan), Fan Yi Wen (Reva) (Tiongkok), Matt DesLauriers (Kanada), serta Wieslaw Borkowski (baiwei) (Polandia).
Pameran ini menghadirkan instalasi interaktif yang penuh terobosan, terwujud lewat kolaborasi dengan FXhash, marketplace NFT seni generatif terkemuka di Tezos. Pengunjung dapat berinteraksi dengan instalasi ini, dan melakukan live-mint atas 1/1 NFT karya seni generatif dari salah satu penggiat seni yang berpartisipasi. Karya-karya ini akan dipamerkan secara berbarengan di instalasi tersebut, dan dikirimkan ke dompet NFT milik pengunjung sebagai hadiah. Didesain sebagai pengalaman generatif, instalasi ini akan diperbarui seketika saat karya seni diciptakan dan dikirim sebagai hadiah, menghadirkan kembali seni di dinding dengan versi-versi terbaru, serta setiap 1/1 NFT unik yang diciptakan seniman ternama di dunia. Sejumlah sosok yang berpartisipasi dalam instalasi seni generatif dan interaktif ini adalah Yazid Azahari, Sarah Ridgley, Marcelo Soria-Rodriguez, Ryan Bell, Jinyao Lin, Aluan Wang, Max Oshima (Lunarean), dan Aleksandra Jovanić. Karya seni generatif merupakan kolaborasi antara "manusia" dan "mesin". Seorang seniman menciptakan sebuah algoritma yang mampu membuat karya seni secara independen—setelah menerima beberapa masukan dari pengguna, karya seni unik dihasilkan berdasarkan visi algoritma dari sang seniman.
Instalasi interaktif ini akan menghasilkan dan menghadiahkan 5.000-8.000 edisi dari karya penggiat seni generatif yang berpartisipasi. Untuk berinteraksi, pengunjung akan memindai kode QR di ruang pameran dan mengaktifkan live-minting dari karya seni baru yang diproyeksikan di pameran. Seluruh proses ini berlangsung secara seketika sehingga audiens dapat berinteraksi dan berkolaborasi membuat karya seni uniknya masing-masing. Karya-karya ini akan dikonversi menjadi NFT pada blockchain Tezos, serta bisa diakses lewat dompet berbasis Tezos, Kukai wallet (https://kukai.app/) wallet. Pengguna secara otomatis memperoleh Kukai wallet ketika mengikuti minting, dan proses pembuatannya memanfaatkan otorisasi langsung pada akun media sosial pilihan pengguna.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!