Penggiat NFT Generatif Baru di Asia Tampil di Ajang Art Basel Hong Kong 2022 Lewat Pameran NFT Tezos Berskala Besar
- Tezos, blockchain yang hemat energi, kembali mengikuti Art Basel di Art Basel Hong Kong 2022 sebagai platform pilihan penggiat seni kontemporer baru dan berpengalaman di dunia seni NFT.
- Bertajuk "NFTs + The Ever-Evolving World of Art", pameran ini hadir di Art Basel Hong Kong dari 27-29 Mei 2022, memamerkan terobosan baru di dunia seni kontemporer digital dan mengangkat kiprah seni generatif.
- Sebuah ruang pameran interaktif akan memperlihatkan karya yang didesain lewat kolaborasi dengan platform seni generatif terkemuka, FXhash, pengunjung dapat menikmati karya seni generatif unik NFT dari penggiat seni yang berpartisipasi, mewujudkan galeri NFT interaktif dan inovatif.
VISI.NEWS | SINGAPURA - Non-fungible token (NFT) dan seni generatif (generative art) segera membuat terobosan di ajang Art Basel Hong Kong tahun ini lewat sebuah pameran yang dirancang dengan Tezos (www.tezos.com), public blockchain yang hemat energi. Dari 27-29 Mei mendatang, pameran bertajuk "NFTs + The Ever-Evolving World of Art" menjadi pergelaran perdana Tezos di Art Basel Hong Kong yang menampilkan karya 20 penggiat seni generatif kontemporer dari seluruh dunia. Setiap penggiat seni ini mengusung gaya dan cabang seninya masing-masing, serta memamerkan keberagaman, keunggulan, dan potensi NFT sebagai medium seni".
Menempati ruang pameran seluas 250m2 di Hall 1A, Hong Kong's Convention & Exhibition Centre, pameran bertajuk "NFTs + The Ever-Evolving World of Art" akan mempersembahkan berbagai karya seni proyeksi dari penggiat seni generatif dan NFT ternama. Mereka berasal dari Brunei, Tiongkok, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Korea Selatan. Pameran ini juga akan diikuti penggiat seni global, seperti Amerika Utara dan Eropa, khususnya Bulgaria, Kanada, Perancis, Polandia, Serbia, Swiss, serta Amerika Serikat.
Penggiat seni yang berpartisipasi mencakup pelukis dan seniman lintas disiplin asal Filipina Bjorn Calleja, menampilkan karya seni yang memadukan mikrokosmos dan makrokosmos di dalam dan luar lingkungannya; seniman pemenang penghargaan asal Singapura Yeo Shih Yun yang menyatukan teknik lukis tradisional Tiongkok dengan medium seni kontemporer; seniman asal Tiongkok Song Ting, menciptakan karya seni NFT pertama yang dilelang China Guardian, salah satu balai lelang terbesar di dunia; serta, seniman Perancis-Kanada Nicolas Sassoon, menampilkan karya unik dengan format dan bentuk piksel yang telah dipamerkan di sejumlah galeri ternama seperti Whitney Museum of American Art (Amerika Serikat), Victoria & Albert Museum (Inggris), dan Centre Pompidou (Perancis).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!