Pengendalian Inflasi Daerah, Pemkab Bandung Waspadai Kenaikan Kebutuhan Pokok

ED
Kamis, 15 Februari 2024 | 14:33 WIB
Bagikan
Pengendalian Inflasi Daerah, Pemkab Bandung Waspadai Kenaikan Kebutuhan Pokok

"Terkait hama penyakit, gagal panen akibat banjir dan lain sebagainya. Dengan harapkan luasan panennya tidak terganggu," kata Tisna Umaran.

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispakan) Kabupaten Bandung, kata Tisna Umaran, diinstruksikan ada gerakan pasar murah, kemudian cadangan pangan daerah.

"Kemarin, Dispakan untuk masyarakat yang rentan terkait dengan inflasi seperti ojeg pangkalan, guru ngaji, seniman dan budayawan tidak kurang sebanyak 133 ton pangan yang sudah digulirkan," katanya.

Kemudian, lanjut Tisna Umaran, Dispakan juga harus menyediakan bahan-bahan pokok seperti beras untuk masyarakat yang rentan kebutuhan pangan.

"Terutama untuk masyarakat miskin. Karena dengan kenaikan harga antara Rp 2.000 sampai Rp 3.000 bagi warga miskin sangat terasa. Untuk itu, warga miskin harus dibantu," katanya.

Ia juga mengungkapkan Bupati Bandung kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung sudah menginstruksikan agar ada operasi pasar murah. Apalagi jelang bulan suci Ramadan, disaat masyarakat membutuhkan bahan pangan.

"Tetapi yang jelas Pemerintah Kabupaten Bandung sudah melakukan upaya atau langkah-langkah mengatasi kebutuhan beras di lapangan.

Tetapi sampai saat ini tidak terjadi kelangkaan beras di pasaran, yang terjadi adalah kenaikan harga. Stok beras relatif aman di Kabupaten Bandung. Stok beras pun dinilai cukup dan aman sampai Lebaran mendatang," tuturnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.