Pengendalian Inflasi Daerah, Pemkab Bandung Waspadai Kenaikan Kebutuhan Pokok
VISI.NEWS | SOREANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dalam hal ini Bupati Bandung Dadang Supriatna sudah melakukan langkah-langkah konkret dalam upaya pengendalian inflasi daerah sebagaimana yang disampaikan dalam pelaksanaan Rakor Dwimingguan ke-23 Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jabar di Command Center Pemkab Bandung, Soreang, Kamis (15/2/2024).
Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan, dalam pelaksanaan rakor pengendalian inflasi daerah itu, intinya pemerintah provinsi menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat untuk mewaspadai kenaikan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas), khususnya harga bahan pangan beras yang melambung tinggi saat ini. "Terutama harga beras kenaikannya luar biasa," kata Tisna Umaran.
Namun disisi lain dengan adanya kenaikan harga beras yang mencapai sekitar 16.000/kg, kata Tisna Umaran, bagi para petani di Kabupaten Bandung yang memiliki lahan pertanian padi atau produksi gabah diuntungkan secara ekonomi.
"Tapi dilain pihak dengan adanya kenaikan harga beras maupun gabah ini, berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat kecil. Hal itu berkaitan dengan pembelian harga beras yang cukup tinggi bagi masyarakat. Pembelian harga beras yang terlalu tinggi ini berdampak pada inflasi karena salah satu komoditas yang berdampak pada inflasi adalah beras," tutur Tisna
Bupati Bandung sudah mengambil langkah-langkah jauh untuk pengendalian inflasi tersebut. Bupati Bandung juga sudah mengeluarkan instruksi bagaimana penanganan inflasi dari sisi pendanaan, di antaranya melalui dana insentif daerah yang digulirkan pemerintah pusat yang dialokasikan untuk pengadaan komoditas kebutuhan pangan guna menunjang ekonomi masyarakat.
Kemudian, kata Tisna Umaran, Bupati Bandung juga sudah menginstruksikan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung untuk terus memantau dan melakukan berbagai upaya agar lahan pertanian di Kabupaten Bandung tidak mengalami gangguan yang berdampak pada puso atau gagal panen.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!