BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026

Pendukung Kelompok Teror "PKK" Ubah Paris Jadi Medan Perang, 31 Terluka

ED
Minggu, 25 Desember 2022 | 06:27 WIB
Bagikan
Pendukung Kelompok Teror "PKK" Ubah Paris Jadi Medan Perang, 31 Terluka

Menyusul insiden itu, para pendukung organisasi teroris PKK melukai sedikitnya enam petugas polisi di Paris pada Jumat, menurut media setempat.

Dalam lebih dari 40 tahun kampanye teror melawan Türkiye, PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Türkiye, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.

Türkiye telah sering menyuarakan keprihatinan atas toleransi negara-negara Eropa terhadap PKK, namun organisasi teroris tersebut masih mempertahankan kehadiran yang kuat di wilayah tersebut, mampu mengadakan aksi unjuk rasa dan terlibat dalam kegiatan perekrutan.

Badan penegak hukum Uni Eropa, Europol, mengklasifikasikan PKK sebagai kelompok teroris "etno-nasionalis" dan "separatis", dengan mengatakan dalam laporan tahun 2020 dan 2021 bahwa kelompok tersebut masih menggunakan negara-negara Eropa untuk kegiatan propaganda, perekrutan, dan penggalangan dana, meskipun di sebagian besar negara-negara Eropa itu resmi dilarang. @fen/sumber: afp/reuters/dailysabah.com

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.