Pendaki di Puncak Bulusaraung Jadi Saksi Jatuhnya ATR 42-500, SAR Hadapi Medan Ekstrem
Saat itu, Reski dan Muslimin menjadi satu-satunya pendaki yang berada di puncak. Reski sempat merekam kondisi pesawat yang masih terbakar sebelum kabut kembali menutup pandangan. Setelah insiden tersebut, keduanya memilih bertahan di puncak selama kurang lebih dua jam dengan harapan cuaca membaik.
“Saya tunggu dulu karena berharap kabut terbuka, tapi sampai jam dua setengah tidak juga.
Akhirnya kami turun. Di jalur baru ketemu pendaki lain, mereka cuma dengar suaranya dari bawah,” ungkap Reski.
Setibanya di basecamp, video yang mereka perlihatkan sempat diragukan oleh petugas. Namun setelah muncul informasi pesawat hilang kontak, rekaman tersebut menjadi perhatian luas.
“Awalnya panitia belum percaya. Setelah ada info pesawat hilang kontak, baru mi percaya. Saya posting di IG, langsung ramai,” ucapnya.
Sementara itu, tim SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian di tengah medan yang ekstrem. Pada hari kedua pencarian, satu korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area jurang.
“Telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, Minggu (18/1/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 14.20 Wita di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter, berdekatan dengan serpihan pesawat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!