Pendaftaran Ditutup, Kapan Hasil Seleksi Sekolah Maung Diumumkan?
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Tahapan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung 2026 di Jawa Barat resmi berakhir pada Jumat (29/5/2026).
Setelah proses pendaftaran ditutup, perhatian calon peserta didik dan orang tua kini tertuju pada jadwal pengumuman hasil seleksi yang akan menentukan siapa saja yang berhak bergabung dalam program sekolah unggulan tersebut.
Program Sekolah Maung merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Berbeda dengan membangun sekolah baru, program ini memanfaatkan sekolah sekolah unggulan yang telah ada untuk menjadi pusat pengembangan siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi Sekolah Maung dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi peserta. Calon siswa diwajibkan mengunggah dokumen identitas, rapor, ijazah atau surat keterangan kelulusan, hasil tes kemampuan akademik, hingga surat rekomendasi dari sekolah asal. Untuk jalur potensi akademik, peserta juga diminta melampirkan hasil tes potensi akademik dari psikolog.
Dalam konteks pelaksanaan program, pemerintah daerah menilai sistem digital yang digunakan mampu mendukung proses seleksi secara lebih terstruktur dan transparan.
"Kami mepersiapkam sistem yang tangguh sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat daftar SPMB," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar dalam kterangannya dikutip, Minggu (31/5/2026).
Lalu kapan hasil seleksi diumumkan? Berdasarkan jadwal resmi, pengumuman siswa yang lolos seleksi Sekolah Maung akan dilakukan pada 8 Juni 2026. Setelah itu, peserta yang dinyatakan diterima wajib mengikuti proses daftar ulang pada 9 hingga 10 Juni 2026.
Program Sekolah Maung sendiri mencakup 41 sekolah yang terdiri dari 28 SMA negeri dan 13 SMK negeri yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat. Sekolah sekolah tersebut dipilih untuk menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa secara optimal.
“Sekolah Maung itu adalah perubahan dari sekolah favorit zaman dulu, misalnya ada di satu kabupaten atau kota biasanya ada SMA yang jadi sekolah favorit siswa, dimana penerimaan NEM nya tertinggi. Hari ini, kebutuhan untuk membangun kembali sekolah dengan kualifikasi tertentu untuk anak anak yang punya prestasi akademik dan non akademik,” ujar Dedi Mulyadi dalam kterangannya dikutip, Minggu (31/5/2026).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!