Penanganan Gogosan Terus Dilakukan, Perjalanan KA Siliwangi Cipatat-Sukabumi Segera Normal
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung masih melakukan penanganan gogosan atau penggerusan tanah di jalur rel Kereta Api (KA), tepatnya di Km 74+9/0 petak jalan Cibeber–Lampegan./visi.news/ist.
VISI.NEWS | SUKABUMI - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung masih melakukan penanganan gogosan atau penggerusan tanah di jalur rel Kereta Api (KA), tepatnya di Km 74+9/0 petak jalan Cibeber–Lampegan.
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung masih melakukan penanganan gogosan atau penggerusan tanah di jalur rel kereta api di Km 74+9/0, petak jalan Cibeber–Lampegan.
Gogosan tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada Rabu (22/4/2026) malam. Titik ini merupakan lokasi yang sama dengan kejadian gogosan sebelumnya yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) lalu.
Penanganan berfokus terhadap perkuatan tubuh ban rel dengan memasukkan material ke area yang mengalami gogosan, sekaligus memperkuat struktur tanah penopang jalur rel yang sebelumnya tergerus akibat tingginya debit air.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan jalur tersebut.
“KAI Daop 2 Bandung terus mengoptimalkan upaya perbaikan di lokasi gogosan dengan melakukan perkuatan tubuh ban rel melalui penambahan material pada area terdampak. Kami menargetkan proses perbaikan ini dapat selesai hari ini,” ujar Kuswardojo, Kamis (23/4/2026).
Dia menambahkan bahwa apabila prosesnya berjalan sesuai rencana, maka jalur rel dapat kembali dinyatakan aman untuk dilalui kereta api pada esok hari, Jumat (24/4/2026). “Dengan selesainya perbaikan, diharapkan mulai Jumat, 24 April 2026, perjalanan KA Siliwangi dapat kembali beroperasi secara normal,” tambahnya.
Selama masa perbaikan berlangsung, KAI Daop 2 Bandung tetap mengutamakan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap proses penanganan. Pemeriksaan menyeluruh juga terus dilakukan sebelum jalur dinyatakan aman untuk dilalui kereta api.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!