Investor Muda Ubah Wealth Management, OCBC Perkuat Layanan Digital 27 Jul 2026 Gus Fawait Gandeng IKA Unair Percepat Pembangunan Jember 27 Jul 2026 Dari Garut untuk Indonesia, SID Pamerkan Transformasi Digital Layanan Primer 27 Jul 2026 Lia Istifhama Apresiasi Revitalisasi Museum Mandhilaras Pamekasan 27 Jul 2026 AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Investor Muda Ubah Wealth Management, OCBC Perkuat Layanan Digital 27 Jul 2026 Gus Fawait Gandeng IKA Unair Percepat Pembangunan Jember 27 Jul 2026 Dari Garut untuk Indonesia, SID Pamerkan Transformasi Digital Layanan Primer 27 Jul 2026 Lia Istifhama Apresiasi Revitalisasi Museum Mandhilaras Pamekasan 27 Jul 2026 AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026

Pemulangan Jemaah Haji Jadi Fokus Utama, Menhaj Pastikan Layanan Berlanjut hingga Kloter Terakhir

ED
PN
Selasa, 9 Juni 2026 | 08:31 WIB
Bagikan
Pemulangan Jemaah Haji Jadi Fokus Utama, Menhaj Pastikan Layanan Berlanjut hingga Kloter Terakhir

Kepulangan jemaah haji Indonesia. /visi.news/ist

VISI.NEWS | JAKARTA — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menegaskan bahwa berakhirnya puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi tidak menandai berakhirnya tugas pelayanan kepada jemaah Indonesia. Pemerintah kini memusatkan perhatian pada proses pemulangan jemaah agar berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar hingga kloter terakhir tiba di Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan Irfan Yusuf setibanya di Indonesia bersama sebagian Tim Amirul Hajj setelah menyelesaikan tugas pengawasan penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.

"Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter atau 47.012 jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Alhamdulillah seluruh tahapan penyelenggaraan haji secara umum berjalan sesuai harapan. Tentu masih ada sejumlah kekurangan yang menjadi bahan evaluasi, namun itu akan menjadi bagian dari upaya perbaikan layanan ke depan," ujar Irfan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, fase pemulangan jemaah gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Setelah itu, jemaah gelombang kedua yang saat ini mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah akan menjalani rangkaian ibadah dan ziarah sebelum dipulangkan ke Indonesia mulai 16 Juni 2026.

Pemerintah menargetkan seluruh proses pemulangan selesai pada 1 Juli 2026, saat kloter terakhir dijadwalkan tiba di Tanah Air.

"Puncak haji memang telah selesai, tetapi pelayanan kepada jemaah belum berakhir. Seluruh petugas tetap bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing sampai kloter terakhir tiba di Indonesia. Fokus kami sekarang adalah memastikan proses pemulangan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar," tegasnya.

Apresiasi untuk Petugas Haji

Menhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang dinilai telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada jemaah selama musim haji berlangsung.

Menurutnya, dedikasi petugas yang bekerja hampir tanpa mengenal waktu menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

"Kami berterima kasih kepada seluruh petugas yang telah mengabdikan tenaga dan waktunya untuk melayani jemaah. Komitmen mereka menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini," katanya.

Evaluasi dan Pembenahan untuk Haji 2027

Selain melakukan evaluasi internal, Kementerian Haji dan Umrah menerima berbagai masukan dari Tim Amirul Hajj yang akan menjadi bahan penyempurnaan penyelenggaraan haji pada tahun mendatang.

Salah satu perhatian utama adalah peningkatan layanan di Mina, kawasan yang menjadi titik paling padat selama puncak ibadah haji. Jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul dalam area yang relatif terbatas sehingga membutuhkan manajemen layanan yang lebih optimal.

Tim Amirul Hajj juga merekomendasikan peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi, terutama pada fase sebelum dan sesudah pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Selain itu, pemerintah akan mendorong peningkatan kualitas akomodasi agar lebih banyak jemaah Indonesia mendapatkan hotel yang berlokasi dekat dengan Masjidil Haram. Perbaikan layanan konsumsi juga menjadi perhatian, mengingat operasional haji berlangsung di tengah dinamika kawasan Timur Tengah yang terus berkembang.

Standarisasi Kompetensi Petugas

Evaluasi lainnya menyangkut kualitas layanan petugas haji, baik yang bertugas di kloter maupun non-kloter. Menurut Irfan, hasil evaluasi menunjukkan petugas yang mengikuti pendidikan dan pelatihan secara komprehensif cenderung memiliki performa pelayanan yang lebih baik.

Karena itu, standarisasi pelatihan serta peningkatan kompetensi petugas akan menjadi salah satu agenda utama pembenahan pada penyelenggaraan haji mendatang.

"Kami melihat bahwa kualitas pelatihan sangat berpengaruh terhadap kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan. Karena itu, penguatan kapasitas SDM akan menjadi fokus penting ke depan," ujarnya.

Di bidang kesehatan, Tim Amirul Hajj menyoroti pentingnya penguatan sistem istithaah kesehatan, penanganan jemaah sakit, serta ketersediaan tenaga medis yang memadai.

Menurut Menhaj, aspek kesehatan akan menjadi salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun depan mengingat mayoritas jemaah Indonesia merupakan kelompok usia lanjut.

"Kami ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi aspek istithaah kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan aman," katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pembenahan pada fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik selama operasional haji, penyempurnaan timeline penyelenggaraan, hingga penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih transparan dan akuntabel.

Dapat Apresiasi dari Arab Saudi

Irfan mengungkapkan bahwa otoritas Arab Saudi memberikan apresiasi terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia pada musim haji tahun ini.

Menurutnya, pengakuan tersebut menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam tata kelola layanan jemaah yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Media Center Haji (MCH) yang dinilai berhasil menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan menenangkan masyarakat serta keluarga jemaah di Indonesia.

"Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah," pungkasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.