Pemprov Jatim Gelar Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik 2021
VISI.NEWS | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Pameran Pelayanan Publik dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik tahun 2021. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-76 Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan secara hybrid selama tiga hari, 18-20 November 2021 di Grand City Surabaya.
Pameran Inovasi Pelayanan Publik ini merupakan sarana Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dalam memberikan layanan langsung kepada masyarakat, pelayanan pembayaran pajak, seluruh perangkat layanan daerah, provinsi, dan kabupaten/kota. Dengan menghadirkan instansi BUMN untuk berpartisipasi memberikan layanan dan menanamkan ilmu masing-masing unit pelayanan publik kepada masyarakat.
“Pemerintah telah memberikan tugas kepada tujuh provinsi salah satunya Jawa Timur. Ada 125 desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Kita sekarang berusaha bersama agar kemiskinan ekstrem bisa kita tuntaskan pada akhir Desember ini,” ujar Khofifah, Jumat (19/11).
Khofifah menambahkan, Kemendagri juga sudah berkirim surat bahwa tahun 2022 ditambah 25 Kabupaten/Kota guna menurunkan kemiskinan ekstrem. Maka, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyinkronkan program-program apa yang bisa memberikan penguatan bagi penurunan kemiskinan ekstrem di daerah yang ditentukan oleh pemerintah pusat.
“Program provinsi harus nyekrup dengan program yang desanya ditentukan oleh pemerintah pusat. Intervensi dari dinas dan biro sesuai dengan OPDnya masing-masing tentu harus sinkron dengan program pemerintah pusat,” jelasnya.
Khofifah menyampaikan terima kasih kepada seluruh OPD dan juga Bupati/Walikota, atas inovasi pelayanan publik yang telah dikeluarkan.
Menurut dia, kompetisi inovasi pelayanan publik (Kovablik), sebagai salah satu upaya untuk mencari best practise dari berbagai Kabupaten/Kota, referensi dari berbagai inovasi kabupaten kota, akan terus dilakukan pendalaman secara lebih detail, untuk bisa direplikasi di tempat-tempat lain.
“Maka, apa yang sudah menjadi bagian dari capaian prestasi Top 30 inovasi publik, lalu Top 45 dari inovasi publik yang dilakukan oleh Kemenpan-RB, beberapa memang kami melakukan replikasi,” katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!