Pemprov Jabar Tindaklanjuti Dugaan Kebocoran Data 4,6 Juta Warga
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 28 Juli 2025 | 19:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggapi serius dugaan kebocoran data pribadi milik sekitar 4,6 juta warganya yang diklaim diretas oleh akun anonim 'DigitalGhostt' di platform X (sebelumnya Twitter).
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyampaikan bahwa kasus tersebut kini dalam penanganan Direktorat Siber Polda Jabar. Ia menegaskan bahwa meskipun validitas kebocoran data tersebut belum terbukti, pihaknya tetap mendorong penegak hukum untuk menyelidiki pelaku di balik akun tersebut.
“Ya sudah, kita sedang berupaya. Ini sudah ditangani oleh Cybercrime Polda Jabar,” ujar Erwan di Gedung Sate, Bandung, Senin (28/7/2025).
“Kita sudah laporkan dan ya mudah-mudahan segera bisa terdeteksi siapa yang mengklaim bahwa itu data Pemda Jabar,” tambahnya.
Unggahan akun DigitalGhostt yang viral pada 10 Juli 2025 memicu kekhawatiran publik. Dalam postingannya, akun tersebut menyindir lemahnya keamanan siber di Indonesia dan mempertanyakan keberadaan pertahanan digital yang melindungi data masyarakat.
"Hello Indonesian people (especially the people of West Java), could your personal data be in my possession? Where is the cyber defense? Is it asleep on a pile of money?” tulis akun tersebut dalam bahasa Inggris.
Unggahan itu juga menyertakan tangkapan layar dari forum dark web, menampilkan data sensitif seperti nama lengkap, alamat, NIK, email, dan pekerjaan. Tampak juga logo resmi Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Jabar, yang memperkuat klaim keterlibatan data milik Pemda.
Erwan berharap aparat dapat segera mengungkap identitas pelaku yang telah menimbulkan keresahan publik, serta memastikan keabsahan dokumen yang ditampilkan.
Jejak DigitalGhostt di dunia maya tidak berhenti di kasus ini. Akun tersebut dikenal aktif di berbagai forum jual beli data hasil peretasan, bahkan disebut-sebut pernah terlibat dalam kebocoran 700 ribu data Kementerian Pertahanan (Kemenhan), sebagaimana diungkap akun lain bernama @H4ckmanac.
Saat ini, Pemprov Jabar bersama kepolisian masih menelusuri lebih lanjut motif dan asal-usul klaim peretasan tersebut, sembari memastikan keamanan sistem digital pemerintahan daerah. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!