Pemprov Jabar Investigasi Keretakan Dinding Twin Tunnel Tol Cisumdawu
VISI.NEWS | BANDUNG - Gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo yang mengguncang Sumedang pada Ahad (31/12/2023) telah memicu kekhawatiran tentang keretakan pada dinding Twin Tunnel Tol Cisumdawu. Abdul Muhari, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengungkapkan bahwa gempa tersebut mungkin telah menyebabkan keretakan pada tunnel.
“Gempa bumi M 4,8 ini juga menyebabkan adanya sedikit keretakan dinding ‘Cisumdawu Twin Tunnel’ atau Terowongan Kembar Tol Cisumdawu,” ungkap Abdul Muhari.
Namun, Bambang Tirtoyuliono, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat yang akrab disapa Abenk, menyangkal adanya keretakan tersebut. Menurutnya, apa yang tampak seperti retakan hanyalah sarang laba-laba yang menutupi sambungan beton.
“Ini saya sedang menuju Cisumdawu. Tadi pagi saya sudah konfirmasi dengan PT CJKT pengelola Cisumdawu beliau sudah lakukan planing identifikasi jadi retakan itu tidak nampak terjadi, itu sambungan dari konkret dinding trowongan dihuni sarang laba-laba warna hitam itu,” jelas Abenk.
Meski demikian, tim ahli akan segera diturunkan untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait dampak gempa bumi pada Twin Tunnel Tol Cisumdawu. Saat ini, Twin Tunnel masih dapat dilalui oleh pengguna Jalan Tol Cisumdawu dan proses investigasi akan segera dilakukan.
"Tetap difungsikan Tol Cisumdawu, itu tetap dari PT CJKT sebagai operator jalan tol. Saya konfirmasi juga dari Kementerian PUPR, saya tanya dan kementerian bilang sudah mengirimkan tim untuk melakukan planning investigasi, nah hari ini siang ini saya mau ketemu dilapangan.” tutupnya.
@mpaBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!