Pemkot Solo Izinkan Taraweh dan Sholat Ied Tapi Larang Buka Bersama
"Pemyalaan lampu hias setiap malam hanya mulai pukul 16.30 sampai pukul 22.00. Pertunjukan musik religi harus dihentikan selama sholat taraweh. Kegiatan lain harus menyesuaikan," tutur Wali Kota Solo, menjelaskan.
Pemkot Solo, sambung Gibran, juga akan mengizinkan sholat tarweh berjamaah serta sholat ied di lapangan. Dia menekankan, pelaksanaan sholat ied di lapangan harus diupayakan agar jarak antar jamaah dibuat lebih lebar.
Dalam rapat persiapan "Semarak Ramadan" di antaranya diputuskan, Pemkot Solo mengizinkan pelaksanaan sholat ied di tempat terbuka. Namun kegiatan buka puasa bersama tetap harus ditiadakan. Sedangkan untuk mencegah kemacetan lalu lintas di koridor Jl. Jenderal Sudirman, Pemkot Solo menyiapkan tempat parkir kendaraan di kawasan Benteng Vastenberg.
Selain itu, Pemkot Solo mempertimbangkan permintaan kalangan pengusaha untuk menampung kegiatan UMKM di sepanjang Jl. Mayor Kusmanto dan Mayor Sunaryo.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo, sebagai penanggung jawab Satgas Covid - 19, Ahyani, mengatakan kepada wartawan, perkembangan penyebaran Covid - 19 sudah menunjukkan terjadinya penurunan secara signifikan.
Pemkot Solo, setelah menghentikan berbagai kegiatan selama pandemi mencoba menggelar kegiatan masyarakat "Semarak Ramadan" dengan tujuan mendorong kebangkitan ekonomi.
"Kita mengadakan Semarak Ramadan ini, sebenarnya untuk mengantisipasi jangan ada ngabuburit. Jadi biar masyarakat tertata rapi dan tidak menimbulkan kerumunan," kata Ahyani.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Aryo Widyandoko, menambahkan, ide kegiatan "Semarak Ramadan" berasal dari kegiatan "Kampung Ramadan" yang digelar di Kampung Laweyan dan Kauman.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!