Pemkot Bandung Perkuat Sistem Kebersihan Kota
Edukasi massif mengenai pengurangan, pemilahan, dan pemanfaatan sampah (3R) juga terus digalakkan. Seluruh jajaran kewilayahan, termasuk camat, lurah, RW, dan kader lingkungan, dikerahkan untuk memberikan pendampingan kepada warga. Petugas pengangkut sampah juga diperkuat pemahamannya dalam menerapkan prinsip “tidak dipilah, tidak diangkut” untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Sebagai strategi komprehensif, Pemkot Bandung mengintegrasikan program Kang Pisman, Buruan SAE, dan Dapur Dahsyat ke dalam skema pembangunan lingkungan dan kesehatan. Kang Pisman menjadi fondasi pengurangan sampah dari sumbernya, sementara Buruan SAE memperkuat ketersediaan pangan sehat berbasis budidaya lokal. Hasilnya dimanfaatkan oleh program Dapur Dahsyat untuk mendukung peningkatan gizi dan penanganan stunting.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa integrasi sektor kebersihan, ketahanan pangan, dan kesehatan merupakan fondasi penting masa depan kota. “Kita berkomitmen memperkuat pelayanan sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif. Dengan gotong royong, insyaallah Bandung akan semakin bersih, sehat, dan berdaya,” ujarnya.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!