Pemkot Bandung Perkuat Sistem Kebersihan Kota

ED
Selasa, 25 November 2025 | 15:43 WIB
Bagikan
Pemkot Bandung Perkuat Sistem Kebersihan Kota

VISI.NEWS | BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus meningkatkan upaya kebersihan kota melalui penguatan sistem pengangkutan, optimalisasi fasilitas pengolahan, peningkatan kinerja insenerator, penyesuaian jam operasional penyapuan, serta edukasi massif kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas lingkungan kota tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan sampah.

Saat ini, timbulan sampah Kota Bandung mencapai 1.492 ton per hari. Sementara itu, TPA Sarimukti hanya mampu menampung 938 ton per hari, sehingga menyisakan sekitar 554 ton yang harus dikelola di dalam kota. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Bandung terus mengoptimalkan rute dan frekuensi operasional armada pengangkut serta memperkuat pengawasan lapangan agar tidak terjadi penumpukan di TPS.

Di sektor pengolahan, Pemkot Bandung bersama fasilitas pemerintah dan mitra swasta telah mampu mengolah sekitar 207,58 ton per hari. Namun masih terdapat 246,42 ton sampah yang membutuhkan strategi tambahan. Langkah penguatan dilakukan melalui aktivasi petugas pemilah dan pengolah di 1.597 RW, yang berpotensi menyumbang pemilahan hingga 159,7 ton sampah per hari.

Selain itu, sekitar 86,72 ton sampah ditargetkan dapat dikelola melalui pengolahan mandiri oleh rumah tangga, perkantoran, restoran, hotel, retail, dan kawasan permukiman. Pemkot Bandung mendorong partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha sebagai bagian dari strategi sirkuler pengurangan sampah.

Optimalisasi juga dilakukan pada insenerator kota yang berfungsi mengolah sampah residu. Fokus peningkatan diarahkan pada efisiensi pengurangan volume, kapasitas operasi, pengendalian emisi, serta integrasi insenerator dengan sistem pengolahan sampah secara keseluruhan. Upaya ini diharapkan dapat membantu menangani sampah yang tidak dapat didaur ulang.

Di sisi lain, Pemkot Bandung menyesuaikan jadwal penyapuan jalan menjadi pukul 04.00 WIB. Kebijakan ini memastikan ruang publik sudah bersih sebelum aktivitas masyarakat meningkat. Penyesuaian jam kerja petugas penyapu menjadi langkah strategis untuk menjaga estetika dan kenyamanan kota sejak pagi hari.

Edukasi massif mengenai pengurangan, pemilahan, dan pemanfaatan sampah (3R) juga terus digalakkan. Seluruh jajaran kewilayahan, termasuk camat, lurah, RW, dan kader lingkungan, dikerahkan untuk memberikan pendampingan kepada warga. Petugas pengangkut sampah juga diperkuat pemahamannya dalam menerapkan prinsip “tidak dipilah, tidak diangkut” untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Sebagai strategi komprehensif, Pemkot Bandung mengintegrasikan program Kang Pisman, Buruan SAE, dan Dapur Dahsyat ke dalam skema pembangunan lingkungan dan kesehatan. Kang Pisman menjadi fondasi pengurangan sampah dari sumbernya, sementara Buruan SAE memperkuat ketersediaan pangan sehat berbasis budidaya lokal. Hasilnya dimanfaatkan oleh program Dapur Dahsyat untuk mendukung peningkatan gizi dan penanganan stunting.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa integrasi sektor kebersihan, ketahanan pangan, dan kesehatan merupakan fondasi penting masa depan kota. “Kita berkomitmen memperkuat pelayanan sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif. Dengan gotong royong, insyaallah Bandung akan semakin bersih, sehat, dan berdaya,” ujarnya.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.