Pemkab Tangerang Siapkan Transformasi TPA Jatiwaringin Bertahap
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin./visi.news/ist.
"Selain menggunakan air konvensional dan pompa alkon besar dari sungai terdekat, tim Manggala Agni juga diterjunkan untuk menginjeksi cairan khusus ke dalam tumpukan sampah guna menjinakkan gas metan," kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong Pemkab Tangerang untuk segera merehabilitasi tata kelola TPA Jatiwaringin setelah proses pemadaman kebakaran selesai.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH, Rasio Ridho Sani, menegaskan rehabilitasi akan difokuskan pada penghentian praktik open dumping dan penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.
"Pasti akan kita lakukan (rehabilitasi). Upaya dilakukan sesuai pengaturan sampah ini dengan lebih baik lagi, tidak dengan menggunakan pendekatan open dumping," kata Rasio.
Ia menambahkan, tahapan rehabilitasi akan segera dilakukan setelah penanganan kebakaran berhasil diselesaikan.
"Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang didorong untuk segera beralih dari sistem open dumping ke sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, aman, dan ramah lingkungan," katanya.
Menurut Rasio, penutupan TPA yang masih menggunakan sistem open dumping menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran dan pencemaran lingkungan.
"Langkah penting yang harus kita lakukan pertama adalah penutupan TPA open dumping. Praktik ini menimbulkan risiko pelepasan gas metana yang berbahaya bagi lingkungan dan memicu perubahan iklim, serta risiko ledakan atau kebakaran," ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!